
Pantau - Pemerintah Negara Bagian Minnesota secara resmi menolak tiga tuntutan utama yang diajukan Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, terkait pembatasan operasi imigrasi federal, di tengah meningkatnya ketegangan akibat dua penembakan fatal yang melibatkan agen imigrasi di wilayah tersebut.
Penolakan Resmi Pemerintah Minnesota
"Jawaban atas permintaan Jaksa Agung Bondi adalah tidak," ungkap Steve Simon, sekretaris Negara Bagian Minnesota, dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Minggu.
Penolakan tersebut menyusul surat resmi dari Bondi kepada Gubernur Minnesota Tim Walz pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang memuat tiga tuntutan utama kepada negara bagian.
Tuntutan tersebut meliputi pemberian akses Departemen Kehakiman AS terhadap daftar registrasi pemilih di Minnesota, pembagian data program kesejahteraan negara bagian kepada otoritas federal, serta pencabutan kebijakan kota suaka yang selama ini membatasi kerja sama dengan Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
Bondi menyebut langkah-langkah ini sebagai "solusi akal sehat dengan pemerintah federal" untuk "memulihkan supremasi hukum, mendukung petugas ICE, dan mengakhiri kekacauan di Minnesota".
Namun, Simon menolak narasi tersebut dengan tegas.
"Surat itu merupakan upaya memalukan untuk memaksa Minnesota menyerahkan data pribadi jutaan warga negara AS kepada pemerintah federal, yang melanggar undang-undang negara bagian maupun federal," paparnya.
Ketegangan Meningkat Pascapenembakan Fatal
Penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya protes publik atas keberadaan ribuan agen imigrasi federal di Minnesota.
Sejak Desember 2025, sekitar 3.000 agen federal telah dikerahkan ke kota Minneapolis dan St. Paul dalam sebuah operasi yang dinamai Operation Metro Surge.
Jumlah agen federal tersebut kini melampaui total gabungan anggota kepolisian resmi di kedua kota besar tersebut.
Ketegangan semakin memuncak setelah insiden penembakan fatal kedua yang melibatkan agen imigrasi federal dalam waktu kurang dari tiga pekan.
Pada Sabtu, agen Patroli Perbatasan menembak mati Alex Pretti (37), seorang perawat ICU di Minneapolis.
Penembakan itu memicu gelombang protes dan kecaman luas terhadap keberadaan dan tindakan aparat federal di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick








