Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN ke-29 Tetapkan Arah Baru Pengembangan Wisata Berkualitas dan Berkelanjutan 2026–2030

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN ke-29 Tetapkan Arah Baru Pengembangan Wisata Berkualitas dan Berkelanjutan 2026–2030
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Logo ASEAN. ANTARA/aseansec.org/pri.)

Pantau - Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN ke-29 (M-ATM) yang digelar pada 29 Januari 2026 di Cebu, Filipina, mencatat pencapaian penting dalam penguatan posisi ASEAN sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di bawah Rencana Strategis Pariwisata ASEAN (ATSP) 2016–2025.

Tonggak Akhir ATSP 2016–2025 dan Rencana Baru Pariwisata ASEAN

Pertemuan ini menandai akhir masa implementasi ATSP 2016–2025, yang selama satu dekade terakhir berhasil memperkuat citra ASEAN sebagai destinasi yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.

Pencapaian utama yang disoroti dalam pertemuan meliputi peningkatan implementasi standar dan penghargaan pariwisata ASEAN serta peluncuran lanjutan Kesepakatan Pengakuan Bersama untuk Profesional Pariwisata (MRA-TP).

Pertemuan juga menegaskan pentingnya penguatan upaya pemasaran regional dan promosi ASEAN sebagai destinasi tunggal berkualitas tinggi.

Sebagai kelanjutan, pertemuan menyepakati implementasi dua dokumen penting: Rencana Sektor Pariwisata ASEAN 2026–2030 (ATSP 2026–2030) dan Strategi Pemasaran Pariwisata ASEAN 2026–2030 (ATMS 2026–2030).

Kedua rencana tersebut bertujuan menjadi panduan aksi kolektif untuk memperkuat narasi kawasan, meningkatkan visibilitas global ASEAN, serta membangun identitas pariwisata regional yang solid.

Wisata ASEAN Pulih Positif, Promosi Berbasis Data Jadi Fokus

Sektor pariwisata ASEAN menunjukkan tren pemulihan yang berkelanjutan dengan data sementara mencatat sekitar 144 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2025.

Pemulihan ini didorong oleh peningkatan konektivitas, diversifikasi produk wisata, dan penguatan promosi regional.

Pertemuan menegaskan pentingnya promosi pariwisata yang inklusif, tangguh, dan berkualitas, sejalan dengan Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Pariwisata Berkualitas yang diadopsi pada 2025.

Strategi pemasaran yang akan diterapkan dalam periode 2026–2030 menitikberatkan pada pendekatan berbasis data, berfokus pada audiens, dan mengandalkan teknologi digital.

M-ATM juga menyoroti pentingnya kolaborasi aktif dengan sektor swasta, platform daring global, serta inisiatif sub-regional untuk memperkuat visibilitas merek ASEAN.

Kampanye bersama yang bermerek dan didanai bersama akan menjadi instrumen utama dalam membangun identitas kawasan secara menyeluruh.

Penulis :
Ahmad Yusuf