Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kelompok Pertama Pasien Palestina Menyeberang ke Mesir pada Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kelompok Pertama Pasien Palestina Menyeberang ke Mesir pada Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza
Foto: (Sumber: Kelompok pertama warga Palestina yang sakit dan luka-luka telah menyeberang dari Jalur Gaza ke Mesir pada Senin (2/2), menandai langkah penting dalam fase kedua gencatan senjata di Gaza. (ANTARA/HO-Xinhua)..)

Pantau - Kelompok pertama warga Palestina yang sakit dan luka-luka menyeberang dari Jalur Gaza ke Mesir pada Senin 2 Februari 2026, menandai langkah penting dalam fase kedua gencatan senjata di wilayah tersebut.

Sumber-sumber Palestina menyatakan sebanyak lima pasien dipindahkan dari Gaza selatan menuju Mesir untuk mendapatkan perawatan medis.

Para pasien tersebut didampingi oleh 10 anggota keluarga atau perawat selama proses evakuasi lintas batas.

Perpindahan pasien dilakukan setelah perlintasan Rafah dibuka kembali secara parsial pada Minggu 1 Februari 2026 sebagai tahap uji coba.

Pengoperasian perlintasan Rafah kemudian diperluas pada Senin sesuai ketentuan fase kedua gencatan senjata Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Hingga saat ini, meskipun kesepakatan memungkinkan pergerakan dua arah, belum ada warga Palestina yang kembali memasuki Jalur Gaza dari sisi Mesir.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan konvoi ambulans berwarna kuning mengangkut para pasien melintasi perbatasan.

Media milik negara Mesir Al-Qahera News mengonfirmasi pemindahan tersebut dengan mengutip pejabat pemerintah Mesir.

Pihak berwenang Mesir menyatakan seluruh persiapan logistik telah dirampungkan untuk memastikan kelancaran penyeberangan.

Rumah sakit di El Arish, Sinai Utara, telah disiagakan secara penuh dengan kesiapan tim medis, unit perawatan intensif, dan ruang operasi.

Perlintasan Rafah merupakan satu-satunya pintu keluar dan masuk Gaza ke dunia luar yang tidak berada di bawah kendali Israel.

Perlintasan itu sebagian besar ditutup sejak pasukan Israel mengambil alih sisi Palestina di perbatasan tersebut pada Mei 2024.

Penutupan tersebut sebelumnya memperparah krisis kemanusiaan bagi sekitar 2,3 juta penduduk Gaza.

Berdasarkan pengaturan saat ini, sekitar 150 warga Palestina diizinkan keluar dari Gaza setiap hari.

Selain itu, maksimal 50 warga Palestina diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza dari Mesir setiap harinya.

Pembukaan kembali perlintasan Rafah dipandang sebagai indikator stabilitas gencatan senjata.

Para mediator berharap akses yang kembali dibuka dapat memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan secara lebih luas.

Pembukaan perlintasan juga diharapkan memberi sedikit kelegaan bagi masyarakat Gaza yang mengalami isolasi hampir total selama lebih dari 18 bulan.

Penulis :
Ahmad Yusuf