
Pantau - Anggota ekonomi APEC berkumpul di Guangzhou pada pekan ini untuk membahas tantangan kebijakan digital yang kian kompleks dan dinamis.
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian APEC Senior Officials’ Meeting and Related Meetings pertama tahun 2026.
Topik yang dibahas meliputi adopsi kecerdasan buatan yang berkembang pesat, perdagangan digital lintas batas, hingga isu keamanan daring yang semakin mendesak.
Delegasi dari berbagai negara APEC bertukar pandangan mengenai respons kebijakan terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat.
Fokus pembahasan mencakup pentingnya menjaga pasar terbuka, memperkuat kepercayaan pada sistem digital, serta memastikan bahwa manfaat digitalisasi bisa dirasakan secara merata.
"Kita perlu memastikan bahwa inovasi didukung oleh kerangka kebijakan yang jelas, praktis dan terpercaya," ungkap Ichwan Makmur Nasution, Ketua Kelompok Pengarah Ekonomi Digital APEC.
Nasution menegaskan bahwa teknologi digital kini tengah mentransformasi perdagangan, produktivitas, dan kehidupan sehari-hari secara menyeluruh.
Ia juga menambahkan bahwa melalui berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama, ekonomi APEC dapat membentuk respons yang lebih efektif terhadap berbagai tantangan digital yang muncul.
Hal ini diharapkan dapat mewujudkan masa depan digital kawasan Asia Pasifik yang tangguh dan berorientasi pada kemajuan jangka panjang.
Kolaborasi di Tengah Transformasi Digital
Pertemuan ini juga menyoroti kerja sama yang dijalin di bawah kerangka Peta Jalan Internet dan Ekonomi Digital APEC.
Diskusi difokuskan pada kebijakan pendukung perdagangan digital, peningkatan interoperabilitas sistem, serta dorongan terhadap inovasi yang tetap memperhatikan risiko transformasi digital.
Salah satu dialog penting membahas model-model e-commerce baru seperti siaran langsung (live commerce) dan perdagangan sosial.
Model baru ini dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dalam menjangkau pasar lintas negara.
Namun demikian, muncul pula kekhawatiran terkait perlindungan konsumen dan perlunya pengawasan yang memadai terhadap dinamika baru dalam pasar digital.
Dialog lainnya berfokus pada percepatan adopsi kecerdasan buatan dan tantangan dalam mewujudkan ketahanan digital serta penguatan kapasitas AI.
Delegasi berbagi pendekatan dalam peningkatan keterampilan, pendidikan, dan kesadaran publik terhadap AI untuk mempersiapkan tenaga kerja dan lembaga menghadapi dampaknya.
Keselamatan dan kesejahteraan anak di ruang digital juga menjadi perhatian utama.
Isu yang dibahas meliputi respons terhadap risiko konten berbahaya, eksploitasi daring, serta pentingnya menjaga akses digital yang bermanfaat bagi pembelajaran dan kreativitas anak-anak.
Penguatan Data dan Rencana Kolaborasi Regional
Di sisi lain, para anggota APEC bertukar pengalaman dalam mengembangkan metode pengukuran perdagangan digital.
Ditekankan bahwa data yang akurat dan andal sangat penting untuk merancang kebijakan yang tepat di tengah meningkatnya volume transaksi digital.
"Ekonomi digital telah menjadi pendorong utama pertumbuhan, inklusi sosial, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus pilar penting kerja sama APEC di tengah gelombang transformasi teknologi global," ujar Qi Xiaoxia, Perwakilan Administrasi Ruang Siber China.
Sebagai tuan rumah, China juga memaparkan rencana memperkuat kerja sama digital regional yang lebih erat.
Salah satu usulan utama adalah penyelenggaraan Pekan Digital APEC pada akhir tahun 2026.
Agenda ini ditujukan untuk memperdalam kolaborasi di bidang transformasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis data.
- Penulis :
- Leon Weldrick





