Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Tegaskan Kedaulatan Usai Pernyataan Trump soal Perbatasan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Tegaskan Kedaulatan Usai Pernyataan Trump soal Perbatasan
Foto: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (sumber: Xinhua/Francisco Canedo)

Pantau - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan komitmen negaranya untuk membela kedaulatan nasional sebagai respons atas pernyataan Donald Trump mengenai keamanan perbatasan dan migrasi.

Pernyataan Sheinbaum disampaikan dalam rangka peringatan ke-178 Perjanjian Guadalupe Hidalgo, yang menandai berakhirnya Perang Meksiko-Amerika dan hilangnya lebih dari separuh wilayah Meksiko ke tangan Amerika Serikat.

"Kami bukan Santa Anna. Kami akan mempertahankan kedaulatan kami," ungkapnya, merujuk pada tokoh sejarah Antonio Lopez de Santa Anna yang kerap dikaitkan dengan kekalahan Meksiko dalam perang tersebut.

Trump sebelumnya mengaitkan sejarah perjanjian tersebut dengan kebijakan modernnya terkait keamanan perbatasan, migrasi, dan perdagangan narkotika.

Ia menyatakan bahwa sejak awal masa jabatannya, ia telah berusaha "mempertahankan perbatasan selatan kami dari invasi" dengan landasan pada kemenangan Amerika Serikat 178 tahun lalu.

Ketegangan Meningkat akibat Ancaman Inkursi Militer

Tanggapan Sheinbaum muncul di tengah ketegangan diplomatik yang meningkat, terutama setelah Trump pada Januari lalu mengancam kemungkinan melakukan inkursi militer ke wilayah Meksiko untuk memerangi kartel narkotika.

Menanggapi hal itu, Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintah Meksiko "tidak akan membiarkan narasi apa pun yang merusak kedaulatan atau martabat nasional Meksiko."

Dalam konteks yang lebih luas, sejumlah media internasional juga menyoroti langkah militer Amerika Serikat sebelumnya di kawasan Amerika Latin, termasuk operasi di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.

Langkah tersebut dinilai memperkuat kekhawatiran atas kebijakan luar negeri AS yang agresif terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Arian Mesa