Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Mesir Desak Pengiriman Pasukan Internasional ke Gaza untuk Awasi Gencatan Senjata

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menlu Mesir Desak Pengiriman Pasukan Internasional ke Gaza untuk Awasi Gencatan Senjata
Foto: Arsip foto - Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur, di utara Kota Gaza, 6 November 2025. Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) pada Sabtu (7/2) mendesak tokoh-tokoh internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan komite administratif independen Palestina beroperasi di Jalur Gaza (sumber: Xinhua)

Pantau - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyerukan pengiriman segera Pasukan Stabilisasi Internasional ke Jalur Gaza untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Abdelatty menyampaikan seruan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yunani George Gerapetritis, saat keduanya membahas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Mesir, Abdelatty menekankan pentingnya pelaksanaan rencana perdamaian tahap kedua yang diusulkan oleh Amerika Serikat.

Rencana tersebut mencakup pengerahan International Stabilization Force yang sebelumnya telah disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November 2025.

Abdelatty juga menegaskan dukungan penuh Mesir terhadap Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, sebuah badan teknokratik Palestina yang dibentuk pada pertengahan Januari 2026.

Komite ini dinilai penting sebagai badan transisi untuk menangani kebutuhan administratif serta kemanusiaan di wilayah Gaza.

Komitmen terhadap Rekonstruksi dan Bantuan Kemanusiaan

Tujuan pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza adalah untuk membuka jalan bagi kembalinya Otoritas Palestina dalam menjalankan pemerintahan secara penuh di Jalur Gaza.

Selain itu, Abdelatty menekankan perlunya memastikan kelancaran aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa fondasi bagi proses pemulihan dan rekonstruksi awal di Gaza harus segera dibangun agar krisis kemanusiaan tidak terus memburuk.

Gencatan senjata saat ini telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, dengan fokus awal pada pertukaran tahanan dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Fase lanjutan dari rencana perdamaian mencakup penarikan penuh militer Israel dari Gaza, pelucutan senjata kelompok Hamas, dan dimulainya proses rekonstruksi di bawah pemerintahan transisi.

Penulis :
Arian Mesa