
Pantau - Universitas Al Azhar Kairo memberikan penghargaan tinggi kepada Indonesia atas komitmennya dalam mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berhaluan moderat atau wasathiyah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Al Azhar juga mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap ribuan mahasiswa yang menimba ilmu di universitas tersebut, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Dukungan ini sangat vital untuk melahirkan ulama yang mumpuni di masa depan,” ungkap Prof Dr Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini, Wakil Grand Syaikh Al Azhar saat menerima delegasi ASFA Foundation di Kairo.
Selain Syaikh Ad-Duwaini, delegasi ASFA Foundation juga diterima oleh Grand Mufti Mesir, Prof Dr Nadhir Muhammad Ayyadh.
Delegasi tersebut terdiri dari 45 peserta pendidikan intensif yang merupakan pimpinan pesantren dari 22 provinsi di Indonesia, serta 150 mahasiswa S-2 dan S-3 Al Azhar penerima beasiswa dari Lazis ASFA.
Penguatan Peran Ulama Moderat
Dalam arahannya kepada para pimpinan pesantren dan kader ulama, Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang mendalam dan komprehensif.
“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” ia mengungkapkan.
Ia juga memperingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan fatwa. Menurutnya, ketergesaan dalam berfatwa tanpa memahami akar masalah dapat menimbulkan kemunduran umat.
Grand Mufti Syaikh Nadhir Ayyadh turut menekankan bahwa fatwa harus mampu memberikan kemudahan, namun tetap berpijak pada prinsip-prinsip syariat.
Penghormatan untuk Tokoh Pendukung Pendidikan Islam
Selain apresiasi kepada Presiden Prabowo, Al Azhar juga menyampaikan penghormatan kepada Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, H. Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam.
Al Azhar menilai Haji Isam menunjukkan kepedulian luar biasa melalui bantuan berkelanjutan bagi mahasiswa internasional.
“Kami mendoakan agar Allah senantiasa menjaga beliau serta memberikan kemudahan dan taufik dalam segala usahanya. Dukungan beliau terhadap program kolaborasi ASFA dan Al Azhar sangat dirasakan manfaatnya,” ungkap Syaikh Ad-Duwaini.
Kerja sama antara Al Azhar dan ASFA Foundation dipelopori oleh almarhum Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo sebagai inisiator utama.
Puncak kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk wisuda internasional selama dua tahun berturut-turut, yakni pada November 2024 dan November 2025.
Wisuda akbar yang diselenggarakan bersama oleh Al Azhar dan ASFA Foundation diikuti oleh lebih dari 1.900 wisudawan dari 46 negara.
- Penulis :
- Leon Weldrick








