Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu China dan AS Bertemu di Munich, Bahas Rencana Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menlu China dan AS Bertemu di Munich, Bahas Rencana Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu di sela-sela Konferensi Keamanan Munich (13/2/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat, 13 Februari 2026, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman untuk membahas hubungan bilateral dan persiapan pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Donald Trump pada April 2026.

Wang Yi menyampaikan bahwa kedua kepala negara telah memberikan arahan strategis bagi perkembangan hubungan China-AS.

Ia menyebut tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan mencapai hubungan yang saling menguntungkan.

"Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik," kata Wang dalam pernyataan di laman Kementerian Luar Negeri China.

Ia menambahkan kedua negara perlu memperluas kerja sama serta mengelola perbedaan agar hubungan bilateral berkembang secara stabil dan berkelanjutan.

Wang Yi menyebut pertemuan dengan Marco Rubio berlangsung positif dan konstruktif.

Kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi diplomatik.

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan Marco Rubio juga menilai pertemuan tersebut berlangsung positif.

Rubio menekankan pentingnya komunikasi yang berorientasi pada hasil dalam isu bilateral, regional, dan global.

Kedua pihak turut membahas rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke China pada April 2026.

Dalam kesempatan terpisah, Wang Yi menyampaikan China memandang hubungan dengan AS dari perspektif tanggung jawab terhadap sejarah dan masyarakat internasional.

Ia menyebut terdapat dua kemungkinan arah hubungan China-AS, yakni kerja sama saling menguntungkan atau konfrontasi apabila AS memilih menekan dan membatasi China.

Wang Yi menegaskan China berharap skenario kerja sama yang terjadi, namun tetap siap menghadapi berbagai risiko dalam hubungan bilateral tersebut.

Penulis :
Gerry Eka