
Pantau - Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Jared Kushner menegaskan kegagalan dalam upaya rekonstruksi Gaza “bukanlah pilihan” saat memaparkan visi pembangunan kembali wilayah tersebut dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, Kamis 19 Februari.
Jared Kushner yang disebut sebagai tokoh penting dalam upaya perdamaian Amerika Serikat menyampaikan komitmen tersebut di hadapan peserta forum internasional.
Ia mengatakan, "Kami di sini untuk membantu rakyat Gaza, mengangkat mereka, dan memberi mereka setiap kesempatan untuk berhasil,".
Ia menggambarkan upaya tersebut sebagai kemitraan antara warga Gaza dan Israel guna menciptakan “lingkungan yang damai dan dapat berfungsi”.
Kushner menyampaikan nada optimistis mengenai kerja sama internasional dengan menyatakan Muslim, Yahudi, Palestina, Israel, dan orang-orang dari seluruh dunia telah bersatu di sekitar "tujuan bersama, yaitu perdamaian dan kebersamaan.".
Ia menambahkan, "Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi apa yang Anda lihat hari ini adalah bahwa kita berpotensi mengubah masa depan jika kita fokus dan melakukan ini dengan cara yang benar,".
Ia menyebut para peserta Dewan Perdamaian sebagai “kelompok negara terpilih yang sungguh percaya masa depan bisa berubah” dan terlibat “demi anak-anak serta cucu-cucu mereka”.
Target Tiga Tahun Rekonstruksi Rafah
Sebuah video promosi yang diproduksi oleh Kushner menguraikan upaya rekonstruksi di lapangan termasuk pembentukan zona aman yang menawarkan tempat berlindung, makanan, perawatan kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga Palestina.
Pekerjaan infrastruktur dikoordinasikan dengan Amerika Serikat dan Bank Dunia serta akan mempekerjakan ratusan ribu orang dalam kegiatan pembangunan kembali dan komersial.
Sistem transportasi, air, dan energi disebut akan dipulihkan sebagai bagian dari program tersebut.
Video itu menetapkan target tiga tahun untuk rekonstruksi penuh Rafah serta pengurangan tingkat pengangguran.
Gaza direncanakan dihubungkan ke dunia melalui koridor yang menghubungkan Mesir, Israel, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang akan meluas hingga ke India dan Eropa.
Dalam satu dekade, Gaza ditargetkan menjadi wilayah berpemerintahan sendiri yang terintegrasi ke dalam kawasan dengan industri dan perumahan yang berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








