
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan serangan militer awal yang terbatas terhadap Iran untuk menekan Teheran agar menerima kesepakatan nuklir dengan Washington.
Laporan tersebut disampaikan Wall Street Journal pada Kamis 19 Februari dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pertimbangan tersebut.
Jika disetujui, serangan dapat dilakukan dalam hitungan hari dengan target sejumlah situs militer atau pemerintah Iran.
Opsi Serangan hingga Pergantian Rezim
Laporan itu menyebutkan apabila Iran tetap menolak memenuhi tuntutan nuklir Amerika Serikat, pemerintahan Trump dapat merespons dengan operasi besar-besaran terhadap fasilitas pemerintah Iran yang berpotensi ditujukan untuk menggulingkan “rezim Teheran”.
Hingga kini, Trump disebut belum mengambil keputusan final terkait perintah serangan dalam skala apa pun dan masih mempertimbangkan beberapa opsi.
Opsi tersebut mencakup operasi selama sepekan untuk memaksa “pergantian rezim” hingga gelombang serangan skala lebih kecil yang menargetkan fasilitas militer dan pemerintah Iran.
Pada Kamis, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Ia memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, “hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi pada Iran.
Pekan sebelumnya, Trump menyatakan bahwa “Pergantian rezim” di Iran merupakan “hal terbaik yang dapat terjadi,”.
Peningkatan Militer di Timur Tengah
Seorang penasihat Trump memperkirakan adanya “peluang 90 persen” bahwa serangan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, menurut laporan Axios pada Rabu 18 Februari.
Penasihat tersebut juga menyebut operasi Amerika Serikat dapat berlangsung selama beberapa pekan dan berpotensi dilakukan bersama Israel.
Trump telah memerintahkan peningkatan kekuatan militer besar-besaran di kawasan Timur Tengah, yang dinilai sejumlah pihak membuat posisinya sulit untuk mundur tanpa konsesi signifikan dari Iran.
Kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan mendekati Gibraltar pada Rabu dalam perjalanan dari Karibia untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








