
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat 20 Februari menyatakan dirinya sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk menekan Teheran agar membuat kesepakatan dengan Washington terkait isu nuklir.
“Saya rasa bisa dibilang bahwa saya sedang mempertimbangkannya,” ujar Trump saat berbicara kepada awak media di Gedung Putih.
Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan The Wall Street Journal pada Kamis 19 Februari yang menyebut Trump tengah mempertimbangkan “serangan militer terbatas tahap awal” terhadap sejumlah situs pemerintah atau militer Iran.
Opsi Kampanye Ekstensif
Laporan itu menyebutkan apabila Iran tetap menolak memenuhi tuntutan nuklir Amerika Serikat, pemerintahan Trump dapat merespons dengan kampanye ekstensif terhadap fasilitas pemerintah Iran.
Kampanye tersebut berpotensi ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran.
Trump juga mengatakan bahwa 10 hingga 15 hari merupakan “waktu yang cukup” bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
“Kami akan mencapai kesepakatan atau mendapatkan kesepakatan, bagaimanapun caranya,” tegasnya.
Pernyataan itu menunjukkan adanya tekanan waktu dari Washington kepada Teheran di tengah dinamika hubungan kedua negara terkait program nuklir Iran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








