Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pengamat Nilai Diplomasi Nuklir Iran-AS Mengarah Positif dan Berdampak Langsung ke Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Nilai Diplomasi Nuklir Iran-AS Mengarah Positif dan Berdampak Langsung ke Indonesia
Foto: (Sumber: Petugas polisi terlihat di luar lokasi putaran kedua pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2/2026). ANTARA/Xinhua/Shi Song/aa..)

Pantau - Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Muhammad Syaroni Rofii menilai diplomasi terkait isu nuklir antara Iran dan Amerika Serikat mulai menunjukkan arah positif dan perlu dicermati pemerintah Indonesia karena berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Syaroni mengatakan, "Urusan nuklir Iran-AS kelihatannya mulai menemukan titik temu dengan adanya fasilitasi pembicaraan yang dimediasi oleh Oman. Itu artinya, untuk beberapa waktu krisis militer bisa dicegah dan potensi serangan militer oleh AS tidak menjadi opsi utama," ujarnya.

Ia menilai konflik atau ketegangan yang melibatkan negara kunci seperti Iran tetap berpotensi menimbulkan dampak luas termasuk terhadap Indonesia.

Syaroni mengatakan, "Iran merupakan salah satu jalur utama strategis suplai minyak global dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, terutama melalui Selat Hormuz," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan peningkatan ketegangan di kawasan dapat mengganggu arus pelayaran dan distribusi minyak dunia.

Gangguan tersebut pada akhirnya dapat memicu lonjakan harga energi global.

Syaroni mengatakan, "Tahun lalu kita bisa melihat bagaimana serangan AS ke Iran membuat selat Hormuz terhenti," katanya.

Ia menegaskan bahwa bagi Indonesia, situasi di kawasan Timur Tengah memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sebagian impor minyak dan gas nasional masih bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut.

Syaroni mengatakan, "Jika terjadi gangguan suplai, harga akan meningkat dan berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap APBN Indonesia," jelasnya.

Ia menyimpulkan bahwa meski diplomasi Iran-AS dinilai membawa angin segar bagi stabilitas kawasan, pemerintah Indonesia tetap perlu mencermati perkembangan geopolitik global.

Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan