
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa rencana pengerahan personel Indonesia untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza telah dikonfirmasikan dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pihak Palestina.
Sugiono menjelaskan kehadiran Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (National Committee for Gaza/NCAG) Ali Shaath dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC memastikan adanya perwakilan Palestina yang mengetahui dan menerima rencana tersebut.
Ia menyampaikan, “Pihak Palestina ada di sana, dan mereka sudah tahu, sudah paham. Kemudian kita juga sudah menyampaikan caveat syarat nasional kita, jadi semuanya sudah terlibat,”.
Menurut Sugiono, keterlibatan personel RI dalam ISF dapat membantu memenuhi permintaan Ali Shaath untuk mempertahankan gencatan senjata serta menciptakan situasi aman dan stabil selama proses pemulihan di Jalur Gaza.
Ia menyatakan, “Gencatan senjata, kemudian penciptaan suasana yang aman dan stabil, baru tahap-tahap berikutnya bisa dilakukan, dan itu juga sudah disampaikan kemarin,”.
Sugiono membenarkan bahwa personel RI akan ditempatkan terlebih dahulu di wilayah Rafah, Gaza bagian selatan.
Ia menambahkan rincian teknis dan operasional penempatan akan ditetapkan lebih lanjut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela memastikan Indonesia telah melakukan dialog dan konsultasi dengan Palestina terkait pengerahan personel RI melalui ISF.
Nabyl menyampaikan, “Terkait keterlibatan dengan ISF, kami juga berkonsultasi dengan pihak Palestina, termasuk melalui pertemuan dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB di New York,”.
Ia menegaskan, “Partisipasi Indonesia di ISF juga dilakukan berdasarkan persetujuan dari pihak Palestina,”.
Nabyl memastikan personel Indonesia yang tergabung dalam ISF akan fokus pada tugas kemanusiaan seperti rekonstruksi dan pemulihan infrastruktur, perlindungan warga sipil, serta penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat Gaza.
Dalam pertemuan Dewan Perdamaian, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirim hingga 8.000 personel guna menjaga gencatan senjata dan perdamaian di Jalur Gaza melalui mekanisme ISF.
Prabowo juga menyatakan kesediaan Indonesia untuk menambah jumlah personel yang dikirim apabila diperlukan sesuai perkembangan situasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







