Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Nilai Indonesia Dapat Perkuat Peran D-8 di Tatanan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Nilai Indonesia Dapat Perkuat Peran D-8 di Tatanan Global
Foto: (Sumber: Pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy. (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari).)

Pantau - Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menilai Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat peran organisasi D-8 dalam tatanan global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama ekonomi antarnegara anggota.

“Secara kolektif, D-8 punya peran strategis dan posisi tawar yang kuat,” ujar Andrea.

Ia menjelaskan D-8 memiliki posisi strategis karena negara anggotanya juga tergabung dalam berbagai organisasi multilateral lain serta mewakili kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah sebagai bagian dari Global Selatan.

Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi

Andrea menilai meski terdapat rivalitas geopolitik di antara negara anggota, masih terdapat peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan teknologi di luar dominasi Barat.

Menurutnya, D-8 dapat menyuarakan kepentingan Global Selatan dalam reformasi tata kelola ekonomi internasional, ketahanan pangan, dan transisi energi.

Ia menekankan pentingnya solidaritas ekonomi dan diplomasi agar negara anggota memiliki daya tawar lebih kuat di komunitas internasional.

Pengamat HI Universitas Indonesia Arie Afriansyah menyebut D-8 berperan sebagai platform kerja sama ekonomi, perdagangan intra-kawasan, penguatan UMKM, ketahanan pangan, energi, dan transformasi digital.

“Dari sisi ekonomi, penguatan perdagangan sesama anggota D-8 melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA). Selain itu, kerja sama di sektor pangan, energi, dan industri halal juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian kolektif,” ujar Arie.

Dorong KTT Rutin dan Terstruktur

Meski bukan aliansi pertahanan, D-8 dinilai dapat memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme karena stabilitas ekonomi menjadi fondasi keamanan.

Pengamat HI Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai penyelenggaraan KTT D-8 perlu dilakukan secara rutin dan terstruktur agar menjadi rujukan internasional bagi perdamaian dan pembangunan dunia.

Ia menekankan pertemuan pejabat senior negara anggota harus berkelanjutan agar penanganan isu pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat.

Penulis :
Ahmad Yusuf