
Pantau - Pemerintah Swedia mendesak seluruh warganya untuk segera meninggalkan Iran menyusul meningkatnya risiko eskalasi di kawasan, sebagaimana disampaikan pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 14.48 WIB.
Imbauan Resmi Pemerintah Swedia
Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, pada Jumat 20 Februari mendesak warga negaranya agar tidak melakukan perjalanan ke Iran dan segera keluar dari negara tersebut.
Melalui platform media sosial X, ia menyatakan, “Situasi di Iran dan di kawasan sangat tidak pasti. Oleh karena itu, saya ingin menegaskan pentingnya imbauan Kementerian Luar Negeri untuk tidak melakukan perjalanan apa pun ke Iran, serta seruan mendesak kepada warga Swedia yang berada di negara itu untuk segera meninggalkan Iran,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini warga Swedia masih dapat keluar dari Iran melalui penerbangan komersial maupun penyeberangan perbatasan darat.
Ia mengingatkan agar warganya segera memanfaatkan kesempatan tersebut selagi akses keluar masih tersedia.
Lebih lanjut, ia menegaskan, “Tanggung jawab pribadi yang signifikan berada pada individu yang memilih untuk tetap tinggal di Iran. Kementerian Luar Negeri tidak akan dapat membantu proses evakuasi dari Iran,” ungkapnya.
Dipicu Pernyataan Presiden AS
Peringatan pemerintah Swedia muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat menyatakan bahwa dirinya sedang “mempertimbangkan” serangan militer terbatas untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan tanpa rincian lebih lanjut di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan.
Pemerintah Swedia belum mengumumkan langkah tambahan selain imbauan perjalanan dan penegasan tanggung jawab pribadi bagi warga negaranya di Iran.
- Penulis :
- Shila Glorya








