
Pantau - Pemerintah Inggris mempertimbangkan untuk mengajukan undang-undang guna menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi kerajaan menyusul penangkapannya terkait dugaan pelanggaran jabatan publik yang mencuat setelah pengungkapan baru kasus Jeffrey Epstein.
Rencana tersebut akan diajukan ke parlemen agar Andrew, sebagaimana nama resminya saat ini, tidak pernah dapat menjadi raja, menurut laporan BBC.
Pertimbangan ini muncul setelah Andrew ditangkap pada Kamis, 19 Februari, oleh Kepolisian Thames Valley dan dibebaskan 11 jam kemudian.
Penangkapan itu berkaitan dengan pengungkapan terbaru dalam dokumen yang dirilis di Amerika Serikat terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang meninggal di sel tahanan pada 2019.
Assistant Chief Constable Oliver Wright mengatakan, "Setelah melakukan penilaian menyeluruh, kami telah memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik ini," ungkapnya.
Pada 9 Februari, kepolisian Inggris juga membenarkan tengah mendalami laporan dugaan pelanggaran hukum “sesuai prosedur yang berlaku.”
Andrew membantah melakukan pelanggaran hukum terkait hubungannya dengan Epstein.
Desakan Politik dan Reaksi Publik
Sejumlah politikus Inggris menyuarakan kemarahan atas penangkapan Andrew dan statusnya dalam garis suksesi kerajaan.
Ed Davey, pemimpin Partai Demokrat Liberal, mengatakan, “Jelas ini adalah isu yang harus dipertimbangkan parlemen pada waktu yang tepat. Tentu saja monarki ingin memastikan ia tidak pernah bisa menjadi raja,” ujarnya.
Stephen Flynn, pemimpin Partai Nasional Skotlandia di Westminster, menyatakan kepada The Sun bahwa publik wajar merasa marah jika seorang pria yang berbohong tentang pertemanannya dengan Epstein masih berpeluang menjadi kepala negara.
Andrew Bowie, sekretaris bayangan Skotlandia dari Partai Konservatif, mengatakan, “Jika ia dinyatakan bersalah atas hal ini, saya pikir parlemen sepenuhnya berhak untuk bertindak menghapusnya dari garis suksesi,” tegasnya.
Survei YouGov yang dipublikasikan pada Jumat menunjukkan 82 persen warga Inggris meyakini Andrew harus sepenuhnya dihapus dari garis suksesi kerajaan.
Dalam survei yang sama, 6 persen responden menyatakan Andrew seharusnya tetap berada dalam daftar suksesi.
Riwayat Perubahan Garis Suksesi
Perubahan terakhir terhadap garis suksesi melalui undang-undang parlemen terjadi pada 2013 melalui Succession to the Crown Act 2013.
Undang-undang tersebut memulihkan hak individu yang sebelumnya dikecualikan karena menikah dengan seorang Katolik.
Individu terakhir yang dikeluarkan dari garis suksesi melalui undang-undang adalah Edward VIII pada 1936.
Edward VIII turun takhta demi menikahi Wallis Simpson yang telah bercerai sehingga dirinya beserta keturunannya tidak lagi berhak mewarisi takhta Inggris.
Andrew merupakan adik kandung Raja Charles III dan pernah bertugas sebagai utusan dagang Inggris pada periode 2001 hingga 2011.
Ia mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2019 setelah hubungannya dengan Epstein viral dan menjadi sorotan publik.
Dalam pengungkapan terbaru berkas Epstein, pada 7 Oktober 2010 Andrew diketahui mengirimkan jadwal perjalanan dinasnya ke Singapura, Vietnam, Shenzhen, dan Hong Kong kepada Epstein.
Pada 30 November 2010, tidak lama setelah menerima laporan resmi perjalanan tersebut dari asisten khususnya, Andrew diduga meneruskan laporan itu kepada Epstein.
- Penulis :
- Arian Mesa








