
Pantau - Uni Eropa gagal memperoleh dukungan Amerika Serikat dan negara-negara G7 lainnya untuk melakukan upaya terkoordinasi memblokir pengiriman minyak Rusia dalam usulan paket sanksi ke-20.
Informasi tersebut disampaikan seorang diplomat di Brussels kepada kantor berita Rusia Tass pada Senin, 23 Februari 2026.
Uni Eropa sebelumnya menyampaikan usulan tersebut kepada Amerika Serikat dan G7 sebagai bagian dari perluasan pembatasan terhadap transportasi dan layanan pengiriman minyak Rusia.
"UE menyampaikan kepada AS dan G7 rencana untuk melarang sepenuhnya perusahaan Eropa mengangkut minyak Rusia serta menyediakan layanan pemeliharaan, pasokan, pembiayaan, dan asuransi bagi kapal tanker yang mengangkut minyak Rusia, apa pun benderanya," kata diplomat itu yang berbicara secara anonim.
AS Menolak, G7 Belum Beri Kepastian
"Komisi Eropa mengundang para mitra untuk memberlakukan pembatasan serupa. Amerika Serikat menolak," katanya.
Diplomat tersebut menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat akan memberlakukan langkah dengan persyaratannya sendiri pada waktunya.
"Mitra G7 lainnya menyatakan bergabung dengan sanksi UE dimungkinkan, tetapi tidak memberikan janji yang jelas," kata sumber itu.
Rusia Jadi Negara Paling Banyak Dijatuhi Sanksi
Sejak perang Ukraina meletus pada Februari 2022, Rusia menjadi negara yang dijatuhi sanksi terbanyak di dunia, melampaui Iran, Suriah, dan Korea Utara.
Berdasarkan basis data pelacakan sanksi, lebih dari 16.500 tindakan pembatasan telah dikenakan terhadap individu, entitas, kapal, dan pesawat Rusia.
- Penulis :
- Leon Weldrick







