
Pantau - Pemerintah China berharap Amerika Serikat dan Iran menahan diri serta mengutamakan negosiasi nuklir di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, "China mengamati perkembangan ini dengan saksama. Kami berharap berbagai pihak akan menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog,".
Ia menegaskan, "Eskalasi ketegangan di Timur Tengah tidak menguntungkan pihak mana pun,".
Putaran kedua perundingan nuklir Iran-AS berlangsung di Jenewa pada 17 Februari dengan dimediasi Oman dan putaran berikutnya dijadwalkan pada 26 Februari 2026 di kota yang sama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyampaikan bahwa Iran sedang menyusun draf kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Perundingan berlangsung di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Teluk Persia serta latihan militer oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan AS membuka semua opsi terhadap Iran dengan diplomasi sebagai pilihan namun tetap menyiapkan rencana darurat dan menegaskan bahwa “semuanya masih menjadi opsi.”.
Presiden AS Donald Trump menyatakan keputusan tindakan militer berada di tangannya dan mengatakan, “Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,”.
Trump juga menyebut Iran memiliki waktu 10-15 hari untuk mencapai kesepakatan dan memperingatkan bahwa “hal-hal yang sangat buruk” dapat terjadi jika gagal tercapai.
Perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Teheran akan membalas tegas dan proporsional setiap agresi militer serta AS akan memikul "tanggung jawab penuh dan langsung" atas konsekuensinya.
Laporan media menyebut pesawat pembom siluman B-2 dan jet tempur F-35, F/A-18, serta F-15E disiagakan sementara gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln beroperasi di kawasan bersama kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk.
Iran dan Rusia juga menggelar latihan gabungan angkatan laut di Teluk Oman dan Samudra Hindia bagian utara yang melibatkan kapal perusak Alvand, kapal peluncur rudal, helikopter, kapal pendarat, tim operasi khusus, dan speedboat tempur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








