Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir di Jenewa Berakhir Tanpa Kesepakatan, AS dan Iran Tetap Berselisih soal Uranium

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir di Jenewa Berakhir Tanpa Kesepakatan, AS dan Iran Tetap Berselisih soal Uranium
Foto: Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat (sumber: Anadolu Ajansi)

Pantau - Putaran ketiga perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Iran yang berlangsung di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan karena kedua negara belum mencapai mufakat atas isu-isu utama.

Informasi tersebut dilaporkan oleh Wall Street Journal yang mengutip sumber yang mengetahui jalannya perundingan tersebut.

Delegasi Iran dalam perundingan itu dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff.

Dalam perundingan tersebut, pejabat Amerika Serikat menuntut agar Iran menghancurkan fasilitas nuklirnya yang berada di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Amerika Serikat juga meminta agar seluruh sisa uranium yang telah diperkaya dipindahkan ke Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan.

Iran Tolak Pembongkaran dan Pemindahan Uranium

Pihak Iran menolak usulan untuk memindahkan cadangan uranium ke luar negeri dan menyatakan tidak setuju terhadap penghentian operasi pengayaan uranium.

Iran juga menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya serta pemberlakuan pembatasan tambahan terhadap program nuklir nasionalnya.

Hingga saat ini, Iran dan Amerika Serikat telah melaksanakan tiga putaran perundingan mengenai isu nuklir Iran tanpa mencapai titik temu atas tuntutan utama masing-masing pihak.

Kedua pihak saat ini dilaporkan sedang menyusun proposal yang berpotensi menjadi dasar tercapainya kesepakatan di masa mendatang.

Peringatan Trump dan Bayang-bayang Operasi Midnight Hammer

Bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar" tengah menuju Iran, ungkapnya.

Donald Trump juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan setara.", ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pada Juni 2025, Amerika Serikat telah menyerang fasilitas nuklir Iran dalam rangka Operasi Midnight Hammer.

Trump menegaskan bahwa serangan selanjutnya akan jauh lebih buruk dan menyerukan agar hal tersebut tidak sampai terjadi.

Penulis :
Shila Glorya