
Pantau - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri menegaskan keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace menjadi bentuk perjuangan menghadirkan otoritas Palestina di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Iftar Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Jumat malam.
Ia mengatakan, "Saya tahu bahwa Indonesia meminta negara-negara lain agar polisi Palestina dapat masuk ke Gaza untuk menjaga rakyat mereka (Palestina) dan banyak negara Arab meminta Amerika Serikat agar mengizinkan polisi Palestina masuk Gaza untuk melindungi dan mengurus masyarakat mereka (Palestina),".
Menurutnya, tidak ada pihak yang dapat menjaga rakyat Palestina selain bangsa Palestina sendiri serta pihak-pihak yang jujur seperti rakyat Indonesia.
Dubes menyampaikan rakyat Palestina menginginkan dua hal di Gaza yaitu penghentian perang dan kehidupan yang bermartabat.
Ia mengatakan, "Rakyat saya membutuhkan air, obat-obatan, sekolah, dan universitas. Negara mana pun dapat mendukung rakyat saya di Gaza dan masuk ke sana untuk memberikan bantuan kepada rakyat Gaza,".
Ia juga mengapresiasi dukungan kuat Indonesia terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Ia mengatakan, "Kami bangga Indonesia mendukung rakyat Palestina. Rakyat kami tidak bisa hidup di Gaza dan melanjutkan perjuangan tanpa dukungan pihak lain. Ini adalah dukungan besar untuk melanjutkan perjuangan kami dan tetap berada di tanah kami di Gaza,".
Al-Sattiri menyampaikan kondisi di Gaza sangat buruk dengan pembunuhan terhadap warga Palestina yang terus terjadi setiap hari.
Ia menegaskan masyarakat Palestina menolak meninggalkan Gaza dan akan tetap bertahan.
Ia mengatakan, "Kami tidak punya apa-apa karena pasukan Israel telah menghancurkan lebih dari 85 persen perumahan kami,".
Ia juga mengajak dunia melihat tekad perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan.
Ia mengatakan, "Lihatlah mata anak-anak kami. Kalian akan tahu bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang untuk melihat Palestina merdeka. Palestina akan merdeka. Insya Allah,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







