Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Global akan Potensi Perang Dunia III

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Global akan Potensi Perang Dunia III
Foto: (Sumber : Ledakan akibat serangan misil Iran ke Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/2/2026). ANTARA/Xinhua/Chen Junqing/am..)

Pantau - Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 memicu kekhawatiran global akan potensi Perang Dunia III di tengah sebelumnya berlangsung negosiasi nuklir yang dinilai menunjukkan kemajuan.

Tulisan telaah karya M Razi Rahman itu mengingatkan pepatah bijak yang menyatakan bahwa “korban pertama dari perang adalah kebenaran itu sendiri”.

Sebelum agresi terjadi, Amerika Serikat dan Iran disebut telah mencatat kemajuan dalam negosiasi yang dimediasi oleh Oman.

Optimisme meningkat ketika kedua negara terlibat dalam putaran baru pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss, yang dipandu oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.

Diplomasi yang Sempat Menguat

Diskusi tidak langsung antara Washington dan Teheran disebut konstruktif dan progresif pada sejumlah isu inti terkait program nuklir Iran.

Al-Busaidi menyatakan bahwa putaran terbaru mencapai “kemajuan signifikan,” yang membuka jalan bagi pembicaraan tingkat teknis di Wina sekitar sepekan setelah Jenewa.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal komitmen kedua belah pihak untuk menempuh jalur diplomatik.

Pejabat Iran juga berulang kali menegaskan keseriusan mereka untuk terlibat secara realistis dalam negosiasi serta membuka diri untuk diperiksa oleh Badan Energi Atom Internasional IAEA sebagai badan pengawas PBB.

Disebutkan pula bahwa hingga kini tidak ada bukti nyata Iran telah berhasil memproduksi senjata nuklir dan Teheran menegaskan riset nuklirnya bertujuan damai.

Dampak Serangan dan Risiko Global

Harapan terhadap perdamaian dinilai menguap setelah terjadinya agresi militer AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta banyak warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar lebih dari 2000 target di seluruh Iran.

Lembaga Bulan Sabit Merah menyebut jumlah korban tewas akibat serangan udara sejak 28 Februari mencapai 555 orang berdasarkan kutipan Kantor Berita Fars.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Daily Mail menyatakan operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung sekitar empat pekan atau kurang.

Pendukung aksi militer AS-Israel beranggapan bahwa kesepakatan melalui diplomasi belum tentu dapat mengekang ambisi Teheran terkait senjata nuklir.

Dalam kesimpulannya, tulisan tersebut menyebut risiko Perang Dunia III bukan nol, namun dinilai masih rendah dalam jangka pendek meski ketegangan global terus meningkat.

Penulis :
Ahmad Yusuf