
Pantau - Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak tegas menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amir Saeid Iravani, perwakilan tetap Iran untuk PBB, pada Senin 2 Maret di New York City.
Iravani menyatakan Amerika Serikat dengan koordinasi penuh bersama Israel melancarkan serangan militer kedua yang disengaja dan tanpa provokasi terhadap Iran yang ia nilai sebagai agresi yang telah diperhitungkan secara matang.
Ia menyebut kota-kota besar dan area sipil yang padat penduduk menjadi sasaran serangan sehingga ratusan warga sipil tak bersalah kehilangan nyawa dan lebih banyak lainnya mengalami luka-luka.
Tudingan Pelanggaran Piagam PBB
"Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB ... yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara mana pun," ungkap Iravani.
"Ini adalah serangan langsung terhadap dasar-dasar hukum internasional," tegasnya.
"Fakta-faktanya jelas. Agresinya jelas. Tanggung jawabnya juga jelas." lanjutnya.
Ia menyebut Amerika Serikat dan Israel dengan sengaja menyasar pemimpin tertinggi serta banyak pejabat tinggi militer Iran dan menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesetaraan kedaulatan negara anggota PBB.
"Perilaku semacam itu membahayakan seluruh sistem internasional," ujarnya.
Ia juga menuduh kedua negara dengan sengaja menyasar warga dan infrastruktur sipil yang mengakibatkan kematian 165 siswi di sebuah sekolah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
"Tindakan-tindakan ini merupakan agresi. Ini merupakan kejahatan perang. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," katanya.
"PBB tidak boleh tetap diam. Pertanggungjawaban bukanlah pilihan," lanjutnya.
"Dewan Keamanan harus bertindak tegas, jelas, dan tanpa ambiguitas." tambahnya.
Klaim Hak Membela Diri
Iravani menegaskan tidak ada ancaman yang bersifat mendesak dari Iran serta menyatakan program nuklir negaranya sepenuhnya damai dan tengah terlibat dalam negosiasi diplomatik serius.
Ia menilai untuk kedua kalinya Amerika Serikat memilih kekuatan dibandingkan diplomasi dan melanggar Piagam PBB tanpa dasar hukum yang membenarkan serangan tersebut.
"Iran sedang menjalankan hak inherennya untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB dan responsnya bersifat sah, diperlukan, dan proporsional dengan hanya menyasar objek militer dari pasukan musuh," tutur Iravani.
"Iran tidak menginginkan perang. Iran tidak menginginkan eskalasi, tetapi Iran tidak akan menyerahkan kedaulatannya," pungkasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







