Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Setelah Penolakan Penggunaan Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol Setelah Penolakan Penggunaan Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Ajansi/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah pemerintah negara tersebut tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Selasa, 3 Maret.

Trump mengatakan, "Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," tegasnya.

Sebelumnya pemerintah Spanyol menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat menggunakan pangkalan militer di negara tersebut untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Spanyol menegaskan bahwa mereka memiliki kewenangan penuh atas seluruh fasilitas militer yang berada di wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan bahwa pangkalan militer di negaranya tidak dapat digunakan untuk operasi yang berada di luar kesepakatan bilateral dengan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," ungkapnya.

Albares menjelaskan bahwa meskipun pangkalan tersebut digunakan bersama oleh kedua negara, Spanyol tetap memiliki otoritas tertinggi atas fasilitas militer tersebut.

Ia juga membantah bahwa Amerika Serikat telah memberikan pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana serangan terhadap Iran.

Menurut Albares, serangan terbaru terhadap Iran merupakan "tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif."

Selain Spanyol, Donald Trump juga menyampaikan ketidaksenangannya terhadap Inggris.

Hal tersebut terkait keputusan Inggris untuk mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.

Kesepakatan tersebut mencakup hak sewa selama 99 tahun untuk mengoperasikan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia.

Pangkalan militer di pulau terbesar Kepulauan Chagos tersebut selama ini menjadi fasilitas penting bagi operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meski tidak menyebut Diego Garcia secara langsung, Trump menilai Inggris bersikap tidak kooperatif ketika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran.

Ia menyebut sikap Inggris tersebut sebagai hal yang mengejutkan.

Trump mengatakan, "Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali," ujarnya.

Trump juga menjelaskan bahwa Amerika Serikat membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari untuk memastikan lokasi pendaratan di Diego Garcia.

Menurutnya penggunaan pangkalan tersebut akan mempermudah operasi militer dibandingkan harus melakukan penerbangan lebih lama dari lokasi lain.

Trump mengatakan, "Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dengan membandingkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan tokoh pemimpin Inggris pada masa Perang Dunia Kedua.

Penulis :
Ahmad Yusuf