
Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan telah berbicara dengan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terkait perkembangan konflik di Lebanon dan mendesak Israel menahan diri dari serangan darat ke wilayah tersebut.
Macron mengatakan, "Saya mendesak Perdana Menteri Israel untuk menjaga integritas wilayah Lebanon dan menahan diri dari serangan darat. Penting bagi para pihak untuk kembali pada perjanjian gencatan senjata."
Ia menegaskan pentingnya seluruh pihak kembali mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Koordinasi Prancis dengan Lebanon
Macron juga menyatakan bahwa Prancis akan bekerja sama dengan para mitra internasional untuk merespons situasi di Lebanon.
Kerja sama tersebut bertujuan mendukung angkatan bersenjata Lebanon dalam menghadapi kelompok Hizbullah.
Selain itu Prancis juga berencana mengambil langkah mendesak untuk membantu warga Lebanon yang mengungsi akibat krisis kemanusiaan di wilayah selatan negara tersebut.
Macron juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun serta Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam terkait perkembangan situasi keamanan di negara tersebut.
Permintaan Bantuan dari Lebanon
Percakapan tersebut dilakukan setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta bantuan kepada Macron.
Aoun meminta Macron menggunakan pengaruh Prancis terhadap Israel untuk menghentikan kemajuan pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan.
Permintaan tersebut disampaikan pada Selasa, 3 Maret 2026.
Permintaan dari Presiden Lebanon itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Prancis Jean Noel Barrot menyampaikan pernyataan terkait dukungan Prancis di kawasan Timur Tengah.
Jean Noel Barrot menyatakan bahwa Prancis siap membela para mitranya di kawasan Timur Tengah apabila diminta bantuan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








