Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Peringatkan Ekspansi Persenjataan Prancis dan Inggris Akan Pengaruhi Perencanaan Militernya

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rusia Peringatkan Ekspansi Persenjataan Prancis dan Inggris Akan Pengaruhi Perencanaan Militernya
Foto: Arsip foto - Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova saat konferensi pers yang disaksikan di Jakarta, Kamis 18/4/2024 (sumber: ANTARA/Kuntum Riswan)

Pantau - Rusia menyatakan keputusan Prancis dan Inggris untuk memperluas persenjataan nuklir akan menjadi faktor penting dalam perencanaan militer Moskow, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu (4/3).

Zakharova menegaskan bahwa rencana kedua negara tersebut dinilai berada di luar pembatasan internasional yang selama ini mengatur pengembangan senjata nuklir.

Rusia Soroti Perluasan Kapabilitas Nuklir NATO

Zakharova mengatakan perluasan kemampuan militer-nuklir NATO tanpa kendali memaksa Rusia untuk meninjau ulang strategi militernya.

“Akibatnya, perluasan kemampuan NATO di bidang militer-nuklir yang tidak terkendali memerlukan perhatian lebih dan pertimbangan yang hati-hati dalam pengembangan serta perencanaan militer kami sendiri,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya koordinasi di antara negara-negara NATO dalam merumuskan kemungkinan keputusan terkait penggunaan senjata nuklir terhadap pihak yang mereka anggap sebagai musuh bersama.

“Dari perspektif keamanan Rusia, fakta bahwa NATO secara tradisional menganggap negara kami sebagai musuh memiliki arti yang sangat penting. Ini tidak disembunyikan dan terus ditekankan dengan berbagai cara, sering kali dibingkai dalam propaganda,” tambahnya.

Inisiatif Nuklir Prancis dan Dampaknya

Pernyataan Zakharova muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (2/2) mengumumkan bahwa delapan negara Eropa menyatakan minat bekerja sama dengan Paris dalam sistem pencegah nuklir bersama.

Delapan negara yang disebutkan adalah Jerman, Inggris, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya juga menanggapi inisiatif tersebut dalam konferensi pers pada Selasa.

Lavrov mengatakan “risiko proliferasi nuklir yang tidak terkendali semakin meningkat.”

Perkembangan Negosiasi Rusia dan Ukraina

Dalam kesempatan yang sama, Zakharova juga menyinggung perkembangan negosiasi antara Rusia dan Ukraina yang sempat direncanakan berlangsung kembali.

Ia menyatakan negosiator Rusia Vladimir Medinsky akan mengumumkan tanggal serta lokasi baru setelah kesepakatan dicapai.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut pembicaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal Maret di Abu Dhabi.

Namun juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan perundingan tersebut dibatalkan “karena alasan yang jelas” di tengah eskalasi di Timur Tengah.

Penulis :
Arian Mesa