Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen PBB Serukan Dunia Hentikan Perlombaan Senjata dan Prioritaskan Perdamaian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekjen PBB Serukan Dunia Hentikan Perlombaan Senjata dan Prioritaskan Perdamaian
Foto: (Sumber : Warga berdemonstrasi menentang serangan militer AS dan Israel terhadap Iran di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati.)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan perlombaan senjata di tengah meningkatnya ancaman terhadap perdamaian global.

Seruan tersebut disampaikan pada Kamis 5 Maret dalam pesannya pada peringatan Hari Internasional untuk Kesadaran Pelucutan Senjata dan Nonproliferasi.

Antonio Guterres meminta para pemimpin dunia untuk lebih memprioritaskan investasi pada arsitektur perdamaian dibandingkan pada pengembangan peralatan perang.

Ia memperingatkan bahwa kondisi perdamaian dunia saat ini berada dalam ancaman serius.

Ia menyatakan "Impian kita akan perdamaian sedang terancam".

Ancaman Nuklir dan Lonjakan Belanja Militer

Antonio Guterres juga menyoroti meningkatnya ancaman penggunaan senjata nuklir di dunia.

Ia menjelaskan "Ancaman penggunaan senjata nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade terakhir".

Ia menyebutkan bahwa ketegangan global telah mendorong pengeluaran militer dunia ke tingkat yang sangat tinggi.

Selain itu peredaran senjata api kecil dan ringan semakin marak di berbagai wilayah.

Pemanfaatan teknologi baru dalam konflik juga membuat peperangan menjadi jauh lebih mematikan.

Sekjen PBB mendesak masyarakat internasional untuk segera meredakan ketegangan global.

Ia juga meminta para pemimpin dunia untuk menghindari situasi yang berbahaya.

Ia menegaskan "Hentikan mengancam dengan senjata nuklir. Hentikan perlombaan senjata".

PBB Dorong Penguatan Sistem Pelucutan Senjata

Antonio Guterres kembali menekankan pentingnya mengutamakan perdamaian dibandingkan persenjataan.

Ia mengatakan "Sudah saatnya untuk berinvestasi dalam arsitektur perdamaian, bukan peralatan perang".

Menurutnya langkah tersebut dapat dilakukan dengan memenuhi kewajiban pelucutan senjata.

Ia juga mendorong negara-negara untuk membangun kembali kepercayaan antarnegara.

Selain itu ia menekankan pentingnya penguatan sistem dan berbagai instrumen internasional untuk mencegah proliferasi senjata.

Upaya tersebut juga mencakup pencegahan pengujian dan penggunaan senjata mematikan.

Antonio Guterres menyatakan harapan bahwa dunia dapat terhindar dari bencana besar akibat senjata.

Ia mengatakan "Bersama-sama, kita dapat mencegah malapetaka dan memastikan dunia yang aman serta damai bagi semua orang".

Majelis Umum PBB pada Desember 2022 menetapkan tanggal 5 Maret sebagai Hari Internasional untuk Kesadaran Pelucutan Senjata dan Nonproliferasi.

Penetapan hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu pelucutan senjata.

Upaya peningkatan kesadaran tersebut juga ditujukan khususnya kepada generasi muda di seluruh dunia.

Penulis :
Ahmad Yusuf