Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Tegaskan Eropa adalah Mitra Strategis dalam Tatanan Dunia Multipolar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

China Tegaskan Eropa adalah Mitra Strategis dalam Tatanan Dunia Multipolar
Foto: (Sumber: Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu (8/3/2026). ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri.)

Pantau - Pemerintah China menegaskan bahwa negara-negara Eropa merupakan mitra strategis dan bukan kompetitor bagi China dalam tatanan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi pers mengenai kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China di Beijing.

Ia mengatakan, “Kami selalu berpendapat bahwa Eropa adalah kutub yang sewajarnya dalam tatanan multipolar. Eropa merupakan kekuatan penting yang menjaga stabilitas tatanan internasional sekaligus mitra kunci dalam mewujudkan modernisasi ala China.”

Wang Yi menilai agar hubungan China dan Eropa dapat berjalan stabil, Eropa perlu membangun pemahaman yang benar mengenai China.

Ia mengatakan semakin banyak kalangan di Eropa yang mulai menyadari bahwa China bukan pesaing melainkan mitra global.

Wang Yi mengatakan, “Kami mencatat bahwa semakin banyak kalangan di Eropa yang menyadari bahwa China bukanlah pesaing, melainkan mitra global, khususnya generasi muda yang memandang China dengan lebih objektif dan lebih positif.”

Dorong Kerja Sama Ekonomi Terbuka

Wang Yi menjelaskan hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan Eropa bersifat saling melengkapi.

Ia menilai kerja sama kedua pihak dapat mencapai keseimbangan dalam proses pembangunan.

Wang Yi mengatakan, “Fakta kerja sama China-Eropa menunjukkan bahwa saling ketergantungan bukanlah risiko, pertautan kepentingan bukanlah ancaman, kerja sama terbuka tidak akan merusak keamanan ekonomi, sedangkan membangun tembok dan hambatan hanya akan mengisolasi diri sendiri.”

Ia juga menyatakan China menyambut negara-negara Eropa untuk memperkuat kerja sama ekonomi.

Menurutnya negara-negara Eropa dapat memanfaatkan peluang pasar China untuk meningkatkan daya saing ekonomi mereka.

Wang Yi juga mengajak negara-negara Eropa keluar dari kebijakan proteksionisme.

Kunjungan Pemimpin Eropa ke Beijing

Hubungan erat antara China dan negara-negara Eropa juga terlihat dari sejumlah kunjungan pemimpin Eropa ke Beijing dalam beberapa waktu terakhir.

Kanselir Jerman Friedrich Merz berkunjung ke Beijing pada 25 hingga 26 Februari 2026.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan kunjungan pada 28 hingga 31 Januari 2026.

Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo berkunjung pada 24 hingga 29 Januari 2026.

Perdana Menteri Irlandia Michael Martin melakukan kunjungan pada 4 hingga 8 Januari 2026.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga melakukan kunjungan pada 3 hingga 5 Desember 2025.

Raja Spanyol Felipe VI berkunjung ke Beijing pada 10 hingga 13 November 2025.

Penulis :
Gerry Eka