
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya belum siap mengakhiri konflik dengan Iran yang telah memasuki pekan ketiga, dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa, 17 Maret 2026.
" Saat ini, kami belum siap menyudahi (konflik), tetapi kami akan segera mengakhirinya dalam waktu dekat," ungkapnya.
Trump tidak merinci rencana lanjutan terkait konflik tersebut meskipun menyatakan optimisme bahwa situasi akan segera berakhir.
Ia juga kembali mengklaim bahwa Iran telah mengalami kerusakan signifikan dari berbagai aspek sejak serangan dimulai.
Serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran diketahui telah dimulai sejak 28 Februari.
Trump menyebut Iran membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk membangun kembali infrastruktur yang terdampak.
Potensi Operasi Darat
Trump menyatakan tidak khawatir jika konflik berkembang hingga pengerahan pasukan darat.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan menjadi "Vietnam lainnya" bagi Amerika Serikat.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan eskalasi militer yang lebih luas.
Sejumlah analis menilai operasi darat dapat menjadi opsi dalam skenario tertentu.
Target Strategis Disorot
Beberapa target strategis disebut berpotensi menjadi sasaran dalam konflik tersebut.
Di antaranya adalah Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
Selain itu, fasilitas bawah tanah di Isfahan yang diduga menyimpan material nuklir juga menjadi perhatian.
Operasi darat dalam skenario tersebut diperkirakan dapat melibatkan Amerika Serikat maupun Israel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







