
Pantau - Pemerintah Italia membuka opsi menarik pasukannya dari misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Situasi Keamanan Dinilai Semakin Kompleks
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyatakan keputusan penarikan pasukan dapat diambil jika keberadaan militer tidak lagi efektif.
"Situasinya sangat kompleks, dan jika kita menganggap kehadiran militer kita dan kehadiran PBB tidak berguna… kita sudah memiliki sarana, baik angkatan laut maupun udara, untuk memulangkan tentara kita ke Italia," ujarnya.
Ia menegaskan keputusan tersebut akan diambil bersama negara-negara lain yang terlibat dalam misi perdamaian.
Meski tidak ada serangan langsung terhadap pangkalan pasukan Italia, fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing-puing dari konflik.
Negara Lain Mulai Evakuasi Pasukan
Di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah, sejumlah negara juga mulai menarik personel militernya dari kawasan.
Kementerian Pertahanan Kroasia mengumumkan telah mengevakuasi delapan tentaranya dari misi di Lebanon dan Irak.
Spanyol juga telah menarik sekitar 100 tentara dari Irak, sementara 200 lainnya masih berada di wilayah tersebut.
Langkah ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasukan internasional di kawasan konflik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







