Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Laporan Sebut Trump Siapkan Opsi Pasukan Darat Serang Iran, Gedung Putih Belum Ambil Keputusan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Laporan Sebut Trump Siapkan Opsi Pasukan Darat Serang Iran, Gedung Putih Belum Ambil Keputusan
Foto: (Sumber : Arsip foto - Tentara AS menahan angin kencang saat CH-47 Chinook Angkatan Darat AS bersiap untuk mendarat pada latihan militer yang merupakan bagian dari latihan militer gabungan Perisai Kebebasan antara Korea Selatan dan AS, di lapangan latihan dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Pocheon, Korea Selatan, Minggu (19/3/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/aww..)

Pantau - Laporan media menyebut pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempersiapkan opsi pengerahan pasukan darat ke Iran di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Persiapan Militer dan Koordinasi dengan Israel

Menurut laporan tersebut, para komandan militer senior telah mengajukan permintaan untuk mempersiapkan pengerahan pasukan darat sebagai bagian dari opsi strategis.

Trump sebelumnya menyatakan tidak akan mengungkap rencana militer secara terbuka.

"Jika saya akan melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda," ujarnya.

Selain itu, AS juga disebut berkoordinasi dengan Israel terkait penggunaan sumber daya militer bersama dalam menghadapi Iran.

Gedung Putih Tegaskan Belum Ada Keputusan

Meski demikian, Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan resmi terkait pengerahan pasukan darat.

"Melakukan persiapan guna memberikan pilihan maksimal kepada Panglima Tertinggi adalah tugas Pentagon, itu tidak berarti Presiden telah membuat keputusan, dan seperti yang dikatakan Presiden, dia tidak berencana mengirim pasukan darat ke mana pun saat ini," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.

Laporan juga menyebut militer AS telah menyiapkan skenario penanganan tawanan perang jika konflik meluas.

Di sisi lain, Iran dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak serta menembakkan rudal ke sejumlah negara di kawasan.

Sekitar 4.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di kawasan dengan dukungan kapal amfibi dan jet tempur, sementara korban konflik dilaporkan mencapai 13 tewas dan 200 luka-luka dari pihak militer AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf