
Pantau - Pemerintah Korea Selatan melakukan koordinasi intensif dengan Iran dan sejumlah negara lain guna memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Koordinasi Internasional dan Perlindungan Warga
Langkah ini diambil setelah Iran menyatakan kesiapan membuka jalur bagi kapal-kapal tujuan Jepang di tengah situasi krisis yang berkembang.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan terus memantau situasi secara ketat sambil mencari langkah strategis untuk melindungi warga negaranya serta menjaga jalur transportasi energi tetap aman.
"Pemerintah memantau perkembangan di Timur Tengah dengan cermat sambil mencari cara untuk melindungi warga negara kami dan mengamankan jalur transportasi energi," ungkap pernyataan resmi pemerintah.
"Kami secara aktif berkomunikasi dengan negara-negara terkait, termasuk Iran," lanjut pernyataan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyampaikan bahwa Iran siap mengizinkan kapal menuju Jepang melintasi jalur pelayaran utama setelah melakukan konsultasi dengan Tokyo.
Selat Hormuz dan Ancaman Krisis Energi
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mencakup lebih dari 20 persen perdagangan minyak dunia sehingga memiliki peran vital dalam stabilitas energi global.
Jalur kapal tanker di wilayah tersebut berada dalam perairan teritorial Iran sehingga menjadikannya sangat penting bagi negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Jepang.
Korea Selatan sebelumnya juga menyatakan akan bergabung dengan tujuh negara lain termasuk negara-negara Eropa dan Jepang dalam pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran di Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang memicu Iran melakukan blokade efektif terhadap selat tersebut.
Situasi ini memicu kekhawatiran luas akan potensi terjadinya krisis energi global jika jalur distribusi minyak terganggu dalam waktu lama.
- Penulis :
- Shila Glorya







