
Pantau - Polisi dari Polda Papua Barat Daya menangkap 12 orang terduga pelaku penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan di wilayah Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.
Penangkapan dilakukan melalui operasi gabungan antara Polda Papua Barat Daya dan Polres Tambrauw setelah penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Para terduga pelaku kini diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Papua Barat Daya di Aimas, Kabupaten Sorong.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare menyampaikan, "Sebanyak 12 orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap tenaga kesehatan telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Papua Barat Daya."
Identitas Pelaku dan Barang Bukti
Dua dari terduga pelaku diketahui menjabat sebagai kepala kampung yaitu AY sebagai Kepala Kampung Banfot dan MY sebagai Kepala Kampung Bamusbama.
Salah satu terduga pelaku lainnya berstatus sebagai PNS berinisial WY berusia 49 tahun.
Polisi turut menyita berbagai barang bukti yang diduga digunakan dalam penyerangan.
Barang bukti meliputi tujuh senapan angin, tujuh parang, empat noken, tiga tombak, satu tikar, 11 anak panah, satu kembang api, dan satu senter kepala warna oranye.
Barang bukti lain termasuk dua benda yang diduga jimat, satu gembok kecil, sembilan bungkus pupuk merek Anggur, satu topi hijau, satu tas hitam, dan lima telepon genggam.
Selain itu diamankan juga satu pasang sepatu kets, satu busur panah, dua sisir kayu, tiga pengisi daya ponsel, dan satu pak peluru senapan angin.
Barang lainnya berupa tiga korek api, satu kalung emas, empat kunci rumah, dan satu ruas bambu.
Proses Hukum dan Penyelidikan Lanjutan
Kompol Jenny menyampaikan, "Tim gabungan melakukan penggerebekan di wilayah Bamusbama berdasarkan hasil penyelidikan awal dan informasi masyarakat."
Status hukum ke-12 orang tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
Kompol Jenny menjelaskan, "Mengenai status mereka sebagai tersangka masih dalam proses. Penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing."
Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain serta motif di balik penyerangan tersebut.
Dugaan keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kompol Jenny mengatakan, "Keterkaitan dengan kelompok tertentu masih didalami. Kami akan menyampaikan perkembangan berikutnya setelah proses pemeriksaan selesai."
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta mendukung proses hukum.
Insiden penyerangan terjadi pada Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 11.37 WIT di Kampung Jokbu Distrik Bamusbama Kabupaten Tambrauw.
Penyerangan oleh orang tak dikenal tersebut menyebabkan dua tenaga kesehatan meninggal dunia.
Situasi keamanan di wilayah Bamusbama dan sekitarnya saat ini berangsur kondusif dengan pengamanan yang diperketat oleh aparat gabungan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







