
Pantau - Iran melalui Kementerian Luar Negeri membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mencapai poin kesepakatan penting dengan Teheran.
Bantahan tersebut disampaikan menyusul laporan Kantor Berita IRNA serta pernyataan Trump yang mengaku telah melakukan kontak dengan seorang tokoh penting Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa sejumlah negara sahabat memang menyampaikan pesan terkait keinginan Amerika Serikat untuk memulai pembicaraan guna mengakhiri konflik.
Namun hingga saat ini Iran belum memberikan tanggapan atas pesan-pesan tersebut.
Baghaei menegaskan bahwa posisi Iran terkait Selat Hormuz serta syarat untuk mengakhiri perang tidak mengalami perubahan.
Klaim Trump dan Dugaan Kontak Rahasia
Sebelumnya Donald Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap rencana serangan ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran.
Trump menyebut keputusan itu diambil setelah adanya percakapan yang sangat baik dan produktif dengan "tokoh Iran" untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Reuters kemudian mengutip pejabat Israel yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat diduga bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Disebutkan pula bahwa kedua pihak berpotensi mengadakan perundingan di Islamabad, Pakistan dalam waktu dekat.
Penegasan Iran dan Situasi Kawasan
Mohammad Bagher Ghalibaf membantah klaim tersebut melalui media sosial X dan menyatakan "tidak ada negosiasi yang telah dilakukan" dengan Washington.
Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Ebrahim Rezaei juga menyatakan bahwa perundingan dengan Amerika Serikat tidak bermakna dalam kondisi saat ini.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
Iran bersama sekutunya kemudian membalas dengan menyerang aset-aset milik Israel dan Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
- Penulis :
- Leon Weldrick







