Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kim Jong Un Tegaskan Komitmen Korea Utara Terus Bersama Rusia Usai Terpilih Kembali sebagai Pemimpin Tertinggi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kim Jong Un Tegaskan Komitmen Korea Utara Terus Bersama Rusia Usai Terpilih Kembali sebagai Pemimpin Tertinggi
Foto: Foto arsip - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabatan tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat kedua pemimpin negara melakukan pertemuan historis di Kosmodrom Vostochny di Oblast Amur, Distrik Timur Jauh, Rusia 13/9/2023 (sumber: ANTARA/KCNA)

Pantau - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan negaranya akan terus memperkuat hubungan dengan Rusia dan tetap setia untuk "terus bersama Moskow" sebagai bentuk komitmen politik setelah kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim sebagai respons atas ucapan selamat dari Presiden Rusia Vladimir Putin atas kemenangannya dalam pemilihan jabatan tertinggi di Korea Utara.

Kim menyebut hubungan antara Pyongyang dan Moskow sebagai "aliansi saling dukung yang kuat", ungkapnya dalam pesan resmi yang dirilis pemerintah Korea Utara.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk terus bersama Rusia merupakan pilihan dan tekad yang tidak akan berubah dalam kebijakan luar negeri negaranya.

Sementara itu, Putin dalam pesannya menegaskan komitmen Rusia untuk melanjutkan kerja sama erat guna meningkatkan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara.

Pemilihan Kembali di Pyongyang

Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara yang merupakan posisi tertinggi dalam pemerintahan Korea Utara.

Pemilihan tersebut dilakukan dalam sidang Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 yang berlangsung di Pyongyang pada 22 Maret.

Jabatan ini menegaskan posisi Kim sebagai pemimpin tertinggi yang mengendalikan arah kebijakan politik dan militer negara tersebut.

Kerja Sama Militer dan Dukungan di Konflik Rusia

Korea Utara dan Rusia sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis komprehensif pada tahun 2024.

Kesepakatan tersebut mencakup komitmen untuk saling memberikan dukungan militer jika salah satu pihak diserang negara lain.

Pada Agustus 2025, Korea Utara dilaporkan mengirim sekitar 1.000 insinyur militer ke wilayah Kursk di Rusia untuk membantu membersihkan ranjau darat dalam konflik melawan Ukraina.

Sebelumnya, sekitar 15.000 personel tempur Korea Utara juga telah dikerahkan untuk mendukung Rusia dalam konflik tersebut.

Menurut intelijen Korea Selatan, sekitar 2.000 personel Korea Utara dilaporkan tewas dalam keterlibatan militer itu.

Penulis :
Shila Glorya