Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Johan Rosihan Menilai Indonesia Harus Cermat Hadapi Tekanan Geopolitik Global yang Meningkat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Johan Rosihan Menilai Indonesia Harus Cermat Hadapi Tekanan Geopolitik Global yang Meningkat
Foto: Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan (sumber: ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan menilai Indonesia harus mengambil langkah diplomatik secara cermat dalam menghadapi tekanan geopolitik global yang semakin meningkat.

Ia menyoroti keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dinilai berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas nasional.

Menurut Johan, setiap dinamika global yang melibatkan posisi Indonesia perlu dikaji secara mendalam karena berpengaruh pada sektor ekonomi, sosial, dan stabilitas nasional.

"Setiap isu yang menyangkut posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik layak dikaji secara mendalam, karena dampaknya bisa menjangkau sektor ekonomi, sosial, hingga stabilitas nasional," ungkapnya.

Dinamika Global dan Posisi Strategis Indonesia

Johan menekankan bahwa dunia saat ini memasuki fase baru yang ditandai dengan rivalitas kekuatan besar, fragmentasi perdagangan, dan konflik di berbagai kawasan.

Dalam situasi tersebut, setiap keputusan diplomatik menjadi sangat sensitif, khususnya bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Indonesia dinilai berada di posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik yang menjadi pusat persilangan kepentingan global.

Oleh karena itu, kebijakan luar negeri Indonesia harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap posisi negara di kancah internasional.

"Indonesia tidak berada di pinggiran, tetapi di pusat dinamika global. Setiap keputusan akan berdampak pada posisi kita di mata dunia," tegasnya.

Pentingnya Prinsip Bebas Aktif dan Konsistensi Diplomasi

Johan mengingatkan bahwa tekanan global, termasuk dinamika hubungan dengan Amerika Serikat, tidak boleh membuat Indonesia mengambil langkah ekstrem.

Ia menilai Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan, namun juga tidak boleh bersikap konfrontatif tanpa perhitungan matang.

Kepentingan nasional harus menjadi acuan utama dalam setiap kebijakan luar negeri Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip politik bebas aktif yang menjadi dasar diplomasi Indonesia selama ini.

"Setiap keputusan terkait keikutsertaan atau penarikan diri dari suatu inisiatif global harus didasarkan pada pertanyaan mendasar apakah langkah tersebut memperkuat atau justru melemahkan posisi Indonesia dalam jangka panjang?," ujarnya.

Johan juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan luar negeri serta komunikasi diplomatik yang konstruktif untuk menjaga kredibilitas Indonesia sebagai negara penyeimbang di tengah rivalitas global yang semakin tajam.

Penulis :
Arian Mesa