
Pantau - Jerman dan Australia menandatangani kesepakatan pengembangan sistem peringatan dini berbasis ruang angkasa yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius pada Kamis.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis kedua negara di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan global.
Boris Pistorius menyatakan, "Anda bisa menyebutnya sebagai sistem peringatan dini untuk ruang angkasa, dan hari ini kami menandatangani nota kesepahaman untuk mewujudkannya. Ini adalah lompatan besar ke depan. Kami memperkuat kemampuan ruang angkasa kedua negara", ungkapnya sebagaimana dikutip dari laporan media penyiaran ABC.
Investasi Besar dan Pengembangan Teknologi
Jerman berencana menginvestasikan 35 miliar euro atau sekitar 600 triliun rupiah untuk proyek ini dalam beberapa tahun ke depan.
Investasi tersebut mencakup pengembangan sensor berbasis ruang angkasa untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi ancaman.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi berbagai ancaman dari luar angkasa yang dinilai semakin kompleks.
Latar Belakang Ancaman dan Respons Global
Laporan menyebutkan bahwa ancaman yang diantisipasi dalam sistem ini dapat berasal dari Rusia dan China di tengah dinamika geopolitik global.
Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi meningkatnya kekhawatiran keamanan global dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tidak akan menyerang negara-negara anggota NATO dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Serikat Tucker Carlson.
Vladimir Putin juga mengatakan bahwa politisi Barat sering menakut-nakuti masyarakat dengan ancaman Rusia yang dianggap imajiner.
Ia menilai isu tersebut digunakan untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik dan menambahkan bahwa orang-orang cerdas memahami bahwa ancaman tersebut tidak nyata.
- Penulis :
- Arian Mesa







