Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Negara Teluk Cari Jalur Alternatif Energi Usai Selat Hormuz Tertutup akibat Konflik Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Negara Teluk Cari Jalur Alternatif Energi Usai Selat Hormuz Tertutup akibat Konflik Iran
Foto: (Sumber : Ilustrasi negara-negara Teluk dan Selat Hormuz, jalur perlintasan minyak dunia. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Negara-negara Teluk Persia mulai mempertimbangkan jalur pasokan alternatif, termasuk pembangunan pipa, menyusul penutupan de facto Selat Hormuz akibat meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dampak Konflik Picu Penutupan Jalur Vital

Laporan Financial Times yang mengutip diplomat kawasan menyebutkan langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi aturan ketat transit yang akan diberlakukan Iran di Selat Hormuz.

"Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa," ungkap diplomat tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Vahid Jalalzadeh menyatakan pihaknya tengah menyusun kerangka hukum baru terkait pengelolaan Selat Hormuz pascakonflik dengan melibatkan Oman.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ekspor Energi Terganggu, Harga Minyak Melonjak

Situasi konflik tersebut menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke pasar global.

Akibatnya, aktivitas ekspor dan produksi energi di kawasan terganggu sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia.

Sebagai informasi tambahan, Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi pintu utama distribusi energi global dari negara-negara Teluk.

Penulis :
Ahmad Yusuf