
Pantau - Para menteri luar negeri negara kelompok G7 mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini mengalami blokade de facto akibat meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
G7 Soroti Kebebasan Navigasi dan Perlindungan Sipil
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Vaux-de-Cernay, Prancis, para diplomat G7 menegaskan pentingnya pemulihan jalur pelayaran internasional tersebut.
"Kami menegaskan kembali perlunya pemulihan permanen kebebasan navigasi yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz yang sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan Hukum Laut," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Mereka juga menyoroti pentingnya menghentikan serangan terhadap warga sipil serta fasilitas sipil dalam konflik bersenjata.
"Tidak ada pembenaran untuk penargetan sengaja terhadap warga sipil dalam situasi konflik bersenjata serta serangan terhadap fasilitas diplomatik," lanjut pernyataan itu.
Dampak Konflik Picu Gangguan Energi Global
G7 turut menekankan perlunya meminimalkan dampak konflik terhadap kawasan dan stabilitas global, termasuk gangguan pada rantai pasokan energi dan ekonomi.
"Kami fokus pada nilai kemitraan yang beragam, koordinasi, dan inisiatif pendukung, termasuk untuk meredakan guncangan ekonomi global seperti gangguan pada rantai pasokan ekonomi, energi, pupuk, dan komersial yang berimbas langsung terhadap warga negara kami," bunyi pernyataan tersebut.
Ketegangan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari yang memicu balasan dari Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Situasi tersebut menyebabkan terganggunya jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia serta mendorong lonjakan harga energi global.
- Penulis :
- Aditya Yohan








