
Pantau - Otoritas Nepal pada Sabtu, 28 Maret 2026, menangkap mantan Perdana Menteri K. P. Sharma Oli dan mantan Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak terkait dugaan kelalaian pidana atas kematian demonstran muda pada September 2025.
Penangkapan dilakukan setelah rapat kabinet pada Jumat yang memutuskan menindaklanjuti laporan Komisi Yudisial mengenai protes besar yang melibatkan generasi muda.
Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung melalui Facebook menyatakan, "Janji tetaplah janji. Tak ada yang kebal hukum," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, "Mantan perdana menteri dan mantan menteri dalam negeri telah ditangkap," serta menegaskan langkah tersebut bukan bentuk balas dendam.
Sudan Gurung mengatakan, "Ini baru awal dari keadilan. Saya berharap negara ini akan bergerak ke arah baru," ujarnya.
Kronologi Penangkapan dan Rekomendasi Komisi
Puluhan polisi dikerahkan ke kediaman K. P. Sharma Oli di Bhaktapur sebelum akhirnya mantan perdana menteri tersebut ditangkap setelah situasi dinyatakan terkendali.
Sempat terjadi bentrokan antara pendukung Partai Komunis Unified Marxist Leninist (UML) dengan aparat keamanan di luar kediaman tersebut.
Aparat berhasil membubarkan massa di gerbang utama sebelum melakukan penangkapan terhadap Oli.
Komisi Yudisial yang dipimpin Gauri Bahadur Karki sebelumnya merekomendasikan penyelidikan terhadap Oli, Ramesh Lekhak, dan Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung.
Penyelidikan tersebut mencakup dugaan kelalaian pidana serta keterlibatan dalam kematian demonstran saat protes berlangsung.
Kabinet juga memutuskan membentuk komite khusus untuk mengkaji dugaan keterlibatan pejabat keamanan dalam penembakan demonstran.
Reaksi Politik dan Dampak Protes
Penangkapan ini terjadi setelah Balendra Shah ditunjuk sebagai Perdana Menteri yang baru.
Para pemimpin UML dan Nepali Congress menilai laporan Komisi Yudisial tidak lengkap dan cenderung bias.
Sekretaris UML Mahesh Basnet menyatakan, "Ini adalah bentuk prasangka dan balas dendam terhadap kami," katanya.
Mahesh Basnet juga mengimbau kader partai untuk turun ke jalan sebagai bentuk protes.
UML diketahui telah menggelar rapat darurat dan diperkirakan akan mengumumkan aksi lanjutan.
Protes yang terjadi pada September 2025 menyebabkan sedikitnya 25 demonstran tewas dan sekitar 700 lainnya luka-luka.
Sebagian besar korban merupakan anak muda yang terlibat dalam aksi setelah pemerintah melarang sejumlah media sosial.
Penangkapan ini diperkirakan akan memperuncing ketegangan politik di Nepal dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Shila Glorya







