
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo sebagai sikap yang patut diapresiasi setelah polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Pengunduran Diri Dinilai Bentuk Tanggung Jawab
TB Hasanuddin menyatakan bahwa keputusan mundur tersebut mencerminkan tanggung jawab moral yang tinggi ketika terjadi pelanggaran di lingkungan bawahan.
Ia menilai langkah itu menunjukkan akuntabilitas dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.
"Ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua," kata TB Hasanuddin.
Menurutnya, sikap tersebut layak dihargai dan dapat menjadi teladan bagi pejabat lainnya dalam menghadapi persoalan serupa.
DPR Minta Penyelidikan Tetap Berjalan Transparan
TB Hasanuddin menegaskan bahwa pengunduran diri tidak boleh menghentikan proses penegakan hukum dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Ia meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, termasuk mengungkap pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.
"Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat," katanya.
Ia juga menambahkan DPR RI memiliki peran pengawasan, termasuk melalui mekanisme pengawasan intelijen yang harus dijalankan secara serius.
Sebelumnya, Mabes TNI menyatakan jabatan Kabais yang dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengusutan kasus tersebut.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
Namun, TNI belum memberikan penjelasan rinci terkait seluruh aspek dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
- Penulis :
- Arian Mesa







