Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Prabowo dan Bahlil Bahas Kerja Sama Energi Bersih dalam Lawatan ke Jepang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Prabowo dan Bahlil Bahas Kerja Sama Energi Bersih dalam Lawatan ke Jepang
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelum bertolak dalam lawatan ke Jepang. (ANTARA/HO-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral).)

Pantau - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Jepang untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor energi bersih berkelanjutan.

Lawatan yang berlangsung pada Minggu waktu setempat ini menempatkan sektor energi sebagai salah satu fokus utama pembahasan.

"Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi, untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM.

Kehadiran Menteri ESDM menunjukkan pentingnya sektor energi dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

Kerja sama ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Kaisar Jepang Naruhito serta melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah Jepang di Tokyo.

Sekretaris Kabinet menyebut pertemuan ini sebagai momentum strategis untuk memperluas kerja sama lintas sektor.

"Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital," katanya.

Lawatan ini menjadi bagian dari diplomasi Indonesia di kawasan Asia Timur untuk memperkuat posisi strategis negara.

Selain energi, kerja sama juga mencakup sektor investasi, kelautan, dan digital.

Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Penulis :
Gerry Eka