Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

G7 Bahas Lonjakan Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah yang Memanas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

G7 Bahas Lonjakan Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah yang Memanas
Foto: Bendera Kelompok G7, terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang (sumber: Anadolu)

Pantau - Kelompok G7 dijadwalkan menggelar pertemuan daring pada Senin waktu setempat untuk membahas lonjakan harga minyak mentah akibat terganggunya pasokan energi global.

Pertemuan ini melibatkan menteri keuangan, menteri energi, serta gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G7.

Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas kemungkinan pelepasan tambahan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi.

Langkah ini sedang dipertimbangkan oleh International Energy Agency (IEA) sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.

Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Pasokan

Lonjakan harga minyak dipicu konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang meningkat sejak akhir bulan sebelumnya.

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu ketegangan yang berujung pada pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran.

Pemblokiran jalur vital tersebut menyebabkan gangguan distribusi minyak global dan mendorong harga minyak mentah naik signifikan.

Upaya Koordinasi dan Pelepasan Cadangan

Pada awal bulan ini, IEA telah memulai pelepasan cadangan minyak lebih dari 400 juta barel sebagai bagian dari aksi bersama.

Langkah ini menjadi aksi kolektif pertama sejak tahun 2022 ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar dengan 172,2 juta barel, sementara Jepang menyumbang 79,8 juta barel berdasarkan data IEA.

Jepang diketahui sangat bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya.

Sebelumnya, para menteri keuangan G7 telah mengadakan pembicaraan pada 9 Maret yang dilanjutkan pertemuan menteri energi sehari setelahnya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa negara-negara G7 "siap" mengambil langkah-langkah yang diperlukan, ungkap pernyataan resmi.

Tahun ini, kepemimpinan G7 dipegang oleh Prancis dengan anggota yang terdiri dari Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, serta Uni Eropa.

Penulis :
Shila Glorya
Editor :
Shila Glorya