Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Menyebut Krisis Kemanusiaan di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat Semakin Memburuk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Menyebut Krisis Kemanusiaan di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat Semakin Memburuk
Foto: (Sumber : Foto yang diambil pada 1 April 2026 ini menunjukkan bangunan dan kendaraan rusak dalam serangan Israel di daerah Jnah Beirut, Lebanon. ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich.)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan krisis kemanusiaan di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat semakin memburuk akibat meningkatnya konflik yang memicu pengungsian massal, korban sipil, serta terganggunya distribusi bantuan.

Pengungsian Massal dan Layanan Kesehatan Tertekan

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan lebih dari 1,1 juta warga Lebanon telah mengungsi, dengan hampir 15 persen wilayah terdampak perintah evakuasi dalam sebulan terakhir.

Separuh fasilitas kesehatan yang didukung UNFPA di wilayah konflik terpaksa ditutup, sementara tenaga medis ikut mengungsi sehingga layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.

PBB terus mengerahkan bantuan melalui unit kesehatan keliling yang menyediakan layanan ibu dan anak, dukungan psikososial, serta distribusi kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Namun, distribusi bantuan menghadapi kendala logistik akibat gangguan jalur transportasi global yang menyebabkan keterlambatan pasokan.

Kondisi Gaza dan Tepi Barat Kian Memprihatinkan

Di Gaza, kebutuhan kemanusiaan disebut melampaui kapasitas bantuan yang tersedia, dengan hanya satu jalur masuk logistik yang masih dibuka.

Distribusi pangan baru mencukupi setengah kebutuhan kalori minimum, sementara keterbatasan bahan bakar memaksa warga menggunakan metode memasak tidak aman seperti membakar sampah.

Di sektor kesehatan, layanan medis terbatas akibat keterlambatan peralatan, sementara mayoritas warga masih hidup dalam pengungsian dengan bantuan tempat tinggal yang bersifat sementara.

Sementara itu, di Tepi Barat, OCHA mencatat peningkatan kekerasan sejak akhir Februari, dengan dua pertiga kematian warga Palestina terjadi dalam periode tersebut serta lebih dari 200 serangan pemukim pada Maret.

PBB melalui OCHA menyerukan deeskalasi konflik, perlindungan warga sipil dan tenaga kemanusiaan, serta akses bantuan tanpa hambatan guna mengatasi krisis yang terus memburuk.

Penulis :
Aditya Yohan