
Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan pentingnya mempertahankan multilateralisme dalam tata kelola kesehatan global saat Konferensi Tingkat Tinggi One Health Summit 2026 di Lyon, Prancis, Selasa 7 April 2026.
Macron menilai dunia saat ini berada dalam kondisi krisis dan ketidakstabilan akibat konflik serta berbagai tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Ia menyampaikan, "Hari ini menjadi kesempatan untuk melihat dunia apa adanya. Dunia yang mengalami krisis. Dunia yang dilanda perang ... berbagai tantangan yang dihadapi oleh kesehatan global menjadikan koordinasi dan kerja sama lebih diperlukan dari sebelumnya," ungkapnya.
Macron menegaskan bahwa Prancis akan tetap mendukung multilateralisme meskipun terdapat pihak-pihak yang mulai mempertanyakannya.
Ia juga memastikan Prancis akan terus berdiri bersama Organisasi Kesehatan Dunia serta berbagai organisasi internasional lainnya dalam menghadapi tantangan global.
Inisiatif Kesehatan Global Jadi Sorotan
Dalam KTT tersebut dihasilkan sejumlah inisiatif konkret di bidang kesehatan global sebagai upaya memperkuat koordinasi internasional.
Salah satu inisiatif utama adalah peluncuran pakta internasional untuk menjaga efektivitas antibiotik di tengah ancaman resistensi antimikroba.
Selain itu, terdapat langkah integrasi isu kesehatan ke dalam negosiasi perubahan iklim dan rencana adaptasi nasional.
Upaya tersebut sejalan dengan Rencana Aksi Kesehatan Belem yang diadopsi dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 di Belem, Brasil.
Dorong Implementasi Pendekatan One Health
KTT One Health Summit 2026 berlangsung selama tiga hari dengan dihadiri kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara.
Peserta juga mencakup perwakilan organisasi internasional dan regional, ilmuwan, sektor swasta, bank pembangunan, serta kelompok pemuda.
Tujuan utama pertemuan ini adalah mempercepat implementasi pendekatan One Health yang menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem.
- Penulis :
- Shila Glorya








