
Pantau - Pemerintah Oman menilai pengenaan biaya tol bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz tidak tepat karena jalur tersebut merupakan perairan internasional yang diatur oleh konvensi maritim global.
Oman Bantah Rencana Pengenaan Tol
Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Informasi Oman Saeed al Maawali menegaskan negaranya tidak akan memberlakukan biaya bagi kapal yang transit di Selat Hormuz.
“Posisi Kesultanan Oman mengenai isu ini jelas dan sejalan dengan perjanjian yang telah ditandatangani. Selat tersebut adalah jalur perairan internasional alami yang diatur oleh konvensi maritim internasional dan tidak tunduk pada kendali sepihak,” ungkapnya.
Ia juga membantah laporan media yang menyebut Oman bersama Iran akan mengenakan biaya, termasuk dugaan penggunaan mata uang kripto untuk pembayaran.
Isu Hukum dan Diplomasi Masih Berlangsung
Saeed menyebut terdapat celah hukum karena beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Iran, belum menandatangani perjanjian pelayaran maritim tertentu.
“Negosiasi mengenai masa depan Selat Hormuz terus berlanjut melalui jalur diplomatik, dan Kementerian Luar Negeri Oman turut berpartisipasi dalam pembahasan tersebut,” ujarnya.
Isu ini muncul di tengah dinamika geopolitik kawasan setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata sementara dengan Iran dan rencana pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan.
Oman menegaskan komitmennya untuk menjaga prinsip hukum internasional dalam pengelolaan jalur strategis tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








