
Pantau - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda memperkuat manfaat program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna mencegah stunting baru, Kamis (9/4/2026).
Intervensi Gizi dan Pencegahan Stunting
Kepala DPPKB Samarinda Deasy Evriyani menjelaskan bahwa penanganan stunting dilakukan melalui dua pendekatan, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
“Dalam penanganan stunting, setidaknya ada dua intervensi yang bisa dilakukan, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa intervensi spesifik berfokus pada pemenuhan asupan gizi dan kesehatan, seperti pemberian makanan bergizi serta suplementasi vitamin.
Sementara itu, intervensi sensitif mencakup upaya tidak langsung seperti perbaikan sanitasi dan edukasi masyarakat.
Distribusi MBG dan Peran Pendamping
DPPKB mencatat terdapat 56 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Samarinda, dengan 52 unit telah beroperasi dan 36 unit melayani program MBG 3B.
Jumlah penerima manfaat mencapai 3.052 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Pemberdayaan kader TPK dan PKB maupun PLKB merupakan motor penggerak utama dalam verifikasi data dan pendampingan di lapangan dalam pendistribusian MBG 3B,” ungkapnya.
Distribusi makanan dilakukan secara terjadwal melalui posyandu atau lokasi yang ditentukan, disertai edukasi gizi dan pemantauan perkembangan anak.
Selain itu, kader juga mengantarkan makanan ke rumah penerima yang tidak hadir serta memberikan edukasi langsung terkait pencegahan stunting.
Melalui penguatan program ini, DPPKB berharap angka stunting dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Samarinda.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








