
Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu di Beijing pada Selasa (14/4) untuk membahas isu bilateral serta mempersiapkan pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin tahun ini.
Pertemuan tersebut juga mencakup komunikasi dan penyesuaian terkait agenda pertemuan kedua kepala negara di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Fokus Perkuat Kemitraan Strategis
Wang Yi menyatakan situasi internasional saat ini diwarnai gejolak besar dan meningkatnya hegemoni sepihak yang menantang sistem tata kelola global.
"Menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks dan berubah-ubah, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin, hubungan China-Rusia 'tidak terhalang oleh awan yang menutupi pandangan', dan kerja sama di berbagai bidang 'tetap kokoh meskipun ditempa berkali-kali'," ungkapnya.
Ia menambahkan kedua negara perlu memanfaatkan peluang historis dan memperkuat kemitraan strategis melalui kerja sama di berbagai sektor serta forum multilateral seperti PBB, SCO, dan BRICS.
Bahas Isu Global hingga Krisis Regional
Sementara itu, Sergey Lavrov menegaskan Rusia dan China merupakan mitra strategis komprehensif dengan tingkat kepercayaan tinggi.
"Rusia akan melaksanakan konsensus para kepala negara, terus mempererat komunikasi di tingkat pejabat tinggi, memperdalam kerja sama pragmatis, dan mewujudkan hasil yang saling menguntungkan," kata Lavrov.
Lavrov juga menyoroti tantangan global, termasuk upaya sejumlah negara membentuk "kelompok kecil" untuk membendung kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas berbagai isu internasional seperti konflik Amerika Serikat-Iran, situasi Asia-Pasifik, serta krisis Ukraina.
Usai pertemuan, kedua menteri menandatangani rencana konsultasi tahun 2026 antara kementerian luar negeri China dan Rusia sebagai langkah lanjutan memperkuat koordinasi bilateral.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









