
Pantau - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyampaikan sikap Indonesia terhadap tindakan Israel dalam Sidang Umum Inter-Parliamentary Union ke-152 di Istanbul, Turki, Minggu (19/4/2026).
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyatakan bahwa Indonesia menyoroti berbagai tindakan Israel di Timur Tengah, termasuk penembakan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
"Di hadapan perwakilan 150 negara tadi, kita dari BKSAP DPR menyampaikan sikap atas tindakan Israel di Timur Tengah. Salah satu yang paling kita soroti adalah tindakan Israel menembak mati tiga prajurit TNI sebagai anggota UNIFIL," ujarnya.
Ia menilai tindakan tersebut telah melampaui batas karena menyasar pasukan perdamaian internasional.
BKSAP juga mengecam serangan ke Gaza serta kebijakan hukuman mati terhadap warga Palestina.
"Israel ini sudah jadi parasit bagi kita semua. Merusak tatanan geopolitik, ekonomi hingga merusak perdamaian dunia. Kita meminta, semua negara kompak menekan Israel agar tidak membuka celah perang dunia ketiga," katanya.
Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh menekankan pentingnya keterlibatan parlemen dalam program global.
"Delegasi Indonesia meyakini kehadiran PBB hanya di tingkat pemerintah tidak akan mencapai potensi maksimalnya tanpa keterlibatan aktif parlemen, sebagai institusi yang memegang mandat langsung dari rakyat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan parlemen perlu ditingkatkan agar program berjalan efektif.
"Kehadiran PBB harus bersifat mendukung, bukan mendikte. Setiap program di lapangan wajib selaras dengan prioritas nasional kami, termasuk visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi dan penguatan sumber daya manusia melalui program nutrisi nasional," katanya.
Delegasi Indonesia juga menyoroti perlindungan penyandang disabilitas serta praktik penanganan bencana di Turki sebagai contoh sinergi yang efektif.
Indonesia terus mendesak resolusi gencatan senjata permanen di Gaza.
"Indonesia tidak akan berhenti mendesak PBB untuk mendukung resolusi gencatan senjata permanen dan penuh di Gaza," ujarnya.
Indonesia juga menyatakan komitmen untuk mendukung reformasi PBB agar lebih inklusif dan demokratis.
"Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam mereformasi PBB agar menjadi lembaga yang lebih inklusif, demokratis dan menghargai peran sentral parlemen nasional dalam menjaga perdamaian serta kemakmuran dunia," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka








