
Pantau - DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperkuat keterlibatan parlemen dalam pelaksanaan program global.
Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh menyampaikan hal tersebut dalam forum Inter-Parliamentary Union ke-152 di Istanbul, Turki.
Ia menilai keterlibatan parlemen penting karena memiliki legitimasi langsung dari rakyat.
"Delegasi Indonesia meyakini kehadiran PBB hanya di tingkat pemerintah tidak akan mencapai potensi maksimalnya tanpa keterlibatan aktif parlemen, sebagai institusi yang memegang mandat langsung dari rakyat," ujarnya.
Husein juga menekankan perlunya transformasi koordinasi PBB agar tidak hanya berfokus pada pemerintah eksekutif.
Menurutnya, PBB perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan lembaga legislatif di berbagai negara.
Ia menegaskan bahwa program PBB harus selaras dengan prioritas nasional, termasuk visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi dan penguatan sumber daya manusia.
"Kehadiran PBB harus bersifat mendukung (supportive), bukan mendikte. Setiap program di lapangan wajib selaras dengan prioritas nasional kami, termasuk visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi dan penguatan sumber daya manusia melalui program nutrisi nasional," katanya.
Husein juga menyoroti praktik di Turki dalam penanganan bencana sebagai contoh sinergi antara PBB dan parlemen yang dinilai mampu mempercepat penyusunan regulasi darurat dan mobilisasi bantuan.
Indonesia mendorong PBB memfasilitasi keterlibatan parlemen dalam penguatan ketahanan bencana.
Selain itu, kolaborasi juga dinilai perlu mencakup isu kemanusiaan global seperti konflik di Gaza.
"Indonesia tidak akan berhenti mendesak PBB untuk mendukung resolusi gencatan senjata permanen dan penuh di Gaza," ujarnya.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong reformasi PBB agar lebih inklusif dan demokratis.
"Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam mereformasi PBB agar menjadi lembaga yang lebih inklusif, demokratis dan menghargai peran sentral parlemen nasional dalam menjaga perdamaian serta kemakmuran dunia," kata Husein.
Forum IPU ke-152 di Istanbul menjadi wadah bagi parlemen berbagai negara untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global.
- Penulis :
- Gerry Eka








