HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Dialog dengan Kuba di Tengah Krisis Kemanusiaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Dialog dengan Kuba di Tengah Krisis Kemanusiaan
Foto: (Sumber: Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung selama beberapa dekade, 2 April, 2026. (ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri).)

Pantau - Spanyol, Meksiko, dan Brasil mendesak Amerika Serikat untuk membuka dialog dengan Kuba di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Ketiga negara menyampaikan keprihatinan atas krisis yang dialami rakyat Kuba serta mendorong langkah konkret untuk meringankan kondisi kemanusiaan.

Mereka juga memperingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat memperburuk situasi warga atau melanggar hukum internasional.

"Tujuannya adalah menemukan solusi jangka panjang dan memastikan rakyat Kuba menentukan masa depan mereka secara bebas," demikian pernyataan bersama.

Selain itu, ketiga negara menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk integritas teritorial, kesetaraan kedaulatan, serta penyelesaian sengketa secara damai.

Komitmen terhadap hak asasi manusia, demokrasi, dan multilateralisme juga kembali ditegaskan dalam pernyataan tersebut.

Kuba saat ini menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang ditandai dengan kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik bergilir.

Akses terhadap pangan dan obat-obatan juga dilaporkan terbatas, memperburuk kondisi masyarakat.

Pemerintah Kuba menyebut sanksi dari Amerika Serikat sebagai penyebab utama krisis yang terjadi.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat menilai masalah struktural ekonomi menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut.

Ketiga negara menyatakan komitmen untuk meningkatkan respons kemanusiaan secara terkoordinasi guna membantu masyarakat Kuba di tengah krisis yang berlangsung.

Penulis :
Gerry Eka